Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 MARET 2026 • 14:06 WIB

Puncak Musim Kemarau 2026 di Lampung Diprediksi September, BMKG Imbau Antisipasi Kekeringan

Puncak Musim Kemarau 2026 di Lampung Diprediksi September, BMKG Imbau Antisipasi KekeringanIlustrasi musim kemarau di Lampung. (Unsplash)

LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Lampung, akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.

Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% perlu menjadi perhatian.

"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (4/3/2026) lalu.

Baca juga: Panduan Lengkap Layanan Pengaduan Masyarakat Lampung via Lampung-In dan Call Center

Lebih lanjut, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.

BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci bahwa 184 ZOM (26,3%) menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM (23,3%) pada Juni 2026. Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menegaskan bahwa awal kemarau di 325 ZOM (46,5%) diprediksi MAJU atau terjadi lebih cepat dari biasanya, SAMA 173 ZOM (24,7%), dan MUNDUR 72 ZOM (10,3%).

“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.

Baca juga: Dear Petani! Ini Saran dari Pakar Klimatologi UGM untuk Hadapi Musim Kemarau

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6%) dan September (14,3%).

Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

Puncak Musim Kemarau di Lampung Terjadi pada September

Berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia yang mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026, Lampung justru masuk dalam kategori wilayah yang mengalami puncak kemarau pada periode September.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Puncak Musim Kemarau 2026 di Lampung Diprediksi September, BMKG Imbau Antisipasi Kekeringan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!