Itera menerima hibah lahan seluas 87 hektare di Lampung Barat. (Itera Lampung)
LAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi menerima hibah lahan seluas 87 hektare yang berlokasi di Pekon Sindang Pagar, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat.
Lahan tersebut dihibahkan oleh Universitas Brawijaya (UB), Malang, dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya atas inisiatif pengalihan pengelolaan lahan tersebut.
Menurutnya, hibah ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan Itera sekaligus mendukung pembangunan daerah Lampung Barat.
“Lahan ini akan dimanfaatkan sebagai ruang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kami juga akan tetap melibatkan Universitas Brawijaya dalam kolaborasi riset agar manfaatnya semakin luas,” kata Nyoman dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Itera, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Itera Siap Dampingi Lampung Barat Kembangkan Program Sekolah Kopi Berbasis Teknologi
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, berharap lahan yang kini dikelola Itera dapat difungsikan sebagai laboratorium alam bagi dosen dan mahasiswa.
Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar karena berada di lokasi yang produktif, dekat dengan akses jalan utama dan pusat pemerintahan kabupaten.
“Lahan ini akan dimanfaatkan sebagai ruang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kami juga akan tetap melibatkan Universitas Brawijaya dalam kolaborasi riset agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Di sekitar lahan tersebut, terdapat sejumlah potensi pendukung, seperti sekolah kopi, wisata arung jeram Sungai Way Besai, serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan PLTA.
Baca juga: Dosen Itera Kenalkan Kompor Hemat Energi Ramah Lingkungan ke Warga Lampung Selatan
Menurut Parosil, kehadiran Itera di Lampung Barat diharapkan dapat mendukung tiga komitmen pembangunan daerah, yakni konservasi, peningkatan literasi, dan ketangguhan terhadap bencana.
“Kami menyambut baik tridarma yang akan dijalankan Itera dan berharap keberadaannya memberi dampak nyata bagi masyarakat Lampung Barat,” kata Parosil.
Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek Dr. Agus Sunarya Sulaeman, menjelaskan secara kepemilikan, lahan tersebut merupakan aset Sekretariat Jenderal Kemdiktisaintek, yang pengelolaannya kini diserahkan kepada Itera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan