Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam Seminar Perempuan Anti Korupsi yang digelar KPK bersama Kementerian PPPA di Gedung Pracimosono, Yogyakarta, Senin (8/12/2025).
Mengusung tema "Peran Perempuan Berintegritas dalam Melawan Korupsi sebagai Penyelenggara Negara," kegiatan ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 serta menuju Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Ia menekankan pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga hukum, tetapi tanggung jawab bersama termasuk seluruh penyelenggara negara.
"Pemprov Lampung berkomitmen menghadirkan birokrasi yang bebas dari praktik korupsi, serta memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan publik,” kata Jihan.
Baca juga: Lampung Raih Peringkat 6 Nasional dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK
Jihan mengajak para pejabat, khususnya para kaum perempuan di lingkungan Pemprov Lampung, untuk berani menjadi teladan integritas.
Ia menekankan pentingnya keberanian moral, budaya anti-suap, dan sikap tegas menolak segala bentuk penyimpangan dalam tugas pemerintahan.
"Dengan integritas, kita dapat menjadi motor perubahan dan memastikan pelayanan publik berjalan bersih serta berkeadilan," tambahnya.
Baca juga: Kejati Lampung Edukasi Mahasiswa Universitas Saburai Tentang Pencegahan Korupsi
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyampaikan Hakordia dan Hari Ibu lahir dari semangat perjuangan yang sama, yaitu keberanian moral dan komitmen memperbaiki kehidupan bangsa.
Ia menyatakan korupsi bukan sekadar persoalan hukum, melainkan persoalan nilai amanah, integritas, dan keberpihakan pada rakyat.
"Ketika kedua momentum ini bertemu, pesan yang muncul sangatlah kuat bahwa perempuan bukan hanya madrasah atau sekolah pertama bagi generasi bangsa tetapi juga penjaga nilai-nilai moral publik termasuk integritas," ujar Arifah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan