Ilustrasi shower. (Unsplash/Tanner Marquis)
LAMPUNG - Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah niat mandi wajib pria dan wanita berbeda, atau sebenarnya sama? Pertanyaan ini sering muncul, terutama menjelang Ramadhan atau setelah seseorang mengalami kondisi yang mewajibkan mandi wajib seperti junub, haid, atau nifas.
Kesalahan memahami niat mandi wajib dapat berdampak pada sah atau tidaknya ibadah seperti sholat dan puasa. Oleh karena itu, memahami niat mandi wajib, tata cara, serta perbedaannya antara laki-laki dan perempuan menjadi hal penting bagi setiap Muslim.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bacaan niat mandi wajib, hukum, tata cara sesuai sunnah, hingga kesalahan yang sering terjadi.
Mandi wajib, atau disebut juga mandi junub, adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Dalam Islam, mandi wajib memiliki dasar hukum yang jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
"Dan jika kamu junub maka mandilah."
(QS. Al-Ma’idah: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa mandi wajib adalah perintah langsung dari Allah SWT.
Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, mandi wajib merupakan salah satu bentuk bersuci yang wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar.
Berikut kondisi yang mewajibkan mandi wajib:
Baca juga: Niat Sholat Tarawih: Arab, Latin, Artinya untuk Imam, Makmum, dan Sendiri
Niat mandi wajib dibaca dalam hati atau dilafalkan sebelum atau saat mulai mandi.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari lillahi ta‘ala
"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber