Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 16:18 WIB

Thay Hin Bio: Mengulik Sejarah & Aktivitas di Salah Satu Kelenteng Tertua Bandar Lampung

Thay Hin Bio: Mengulik Sejarah & Aktivitas di Salah Satu Kelenteng Tertua Bandar LampungKelenteng atau vihara Thay Hin Bio di Teluk Betung. (Google Foto-Maps/Setiawan Guntarto)

LAMPUNG - Di tengah dinamika Kota Bandar Lampung yang terus berkembang, berdiri sebuah bangunan tua yang menjadi saksi perjalanan sejarah, spiritualitas, dan budaya masyarakat Tionghoa. 

Kelenteng Thay Hin Bio bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga penanda penting keberagaman dan toleransi yang telah mengakar sejak lama di kota berjuluk Tapis Berseri. 

Artikel ini mengulas Kelenteng Thay Hin Bio, salah satu kelenteng bersejarah di Bandar Lampung, mulai dari fungsi kelenteng, sejarah berdirinya, hingga perannya dalam kehidupan keagamaan dan budaya, khususnya saat perayaan Imlek.

Sekilas Tentang Kelenteng dan Fungsinya

Kelenteng merupakan tempat ibadah yang digunakan oleh umat dengan latar ajaran Konghucu, Taoisme, dan Buddha Mahayana dalam tradisi Tionghoa. Di Indonesia, kelenteng memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat sembahyang.

  • Secara umum, fungsi kelenteng meliputi:
  • Tempat ibadah dan ritual keagamaan
  • Pusat pelestarian tradisi dan nilai budaya Tionghoa
  • Ruang pertemuan sosial masyarakat
  • Sarana pendidikan budaya lintas generasi

Di kota Bandar Lampung, kelenteng juga memiliki peran historis sebagai pusat solidaritas komunitas perantau yang membangun kehidupan baru jauh dari tanah leluhur.

Sejarah Singkat Thay Hin Bio Kelenteng di Bandar Lampung

Merujuk dari Wikipedia, Kelenteng Thay Hin Bio adalah kelenteng yang merupakan saksi sejarah peradaban bangsa Tionghoa di Teluk Betung, karena vihara ini merupakan salah satu yang tertua di Kota Bandar Lampung, bahkan untuk Provinsi Lampung. 

Thay Hin Bio: Mengulik Sejarah & Aktivitas di Salah Satu Kelenteng Tertua Bandar LampungKelenteng Thay Hin Bio. (Google Foto/Maps: Samil Kawan)

Lokasinya, dekat dengan tempat perbelanjaan oleh-oleh di Telukbetung Selatan. Vihara Thay Hin Bio dibuat pada tahun 1850. Vihara yang sampai sekarang masih tetap berdiri tegak itu bukan hanya simbol biasa, melainkan dapat menceritakan peristiwa masa lalu. 

Berdirinya vihara merupakan salah satu tanda titik kemajuan perkembangan peradaban etnis China di Lampung. Pendiriannya menandai stabilitas ekonomi dan keamanan yang terjamin, serta pola hubungan sosial yang harmonis antaretnis pada masa itu.

Kelenteng sebagai Pusat Ibadah dan Budaya

Hingga kini, Kelenteng Thay Hin Bio masih aktif digunakan sebagai pusat ibadah. Setiap hari, umat datang untuk sembahyang, memanjatkan doa, dan memperingati hari-hari keagamaan tertentu.

Namun peran kelenteng tidak berhenti pada aktivitas ritual. Thay Hin Bio juga menjadi pusat kegiatan budaya, seperti:

  • Perayaan hari besar keagamaan Tionghoa
  • Pertunjukan seni tradisional seperti barongsai
  • Kegiatan sosial dan kemanusiaan
  • Edukasi budaya kepada generasi muda

Dalam konteks sosial Bandar Lampung, kelenteng ini berfungsi sebagai ruang budaya yang terbuka dan inklusif, mempertemukan masyarakat lintas etnis dalam suasana saling menghormati.

Aktivitas Kelenteng saat Perayaan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen paling penting dan ramai di Kelenteng Thay Hin Bio. Sejak beberapa hari menjelang Imlek, suasana kelenteng mulai dipenuhi persiapan ritual dan dekorasi khas.

Beberapa aktivitas utama saat Imlek antara lain:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Thay Hin Bio: Mengulik Sejarah & Aktivitas di Salah Satu Kelenteng Tertua Bandar Lampung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!