Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 12:54 WIB

Dua Mahasiswa Unila Harumkan Nama Lampung di Forum Energi Asean 2025

Dua Mahasiswa Unila Harumkan Nama Lampung di Forum Energi Asean 2025Dua mahasiswa Unila saat mengikuti Asean Energy Business Forum 2025. (Diskominfotik Lampung)

LAMPUNG - Dua mahasiswa Universitas Lampung, Salsa Bila Wijaya dan Ryan Mukti Sasongko, sukses mengharumkan nama kampus dan Lampung di ajang The 5th ASEAN International Conference on Energy and Environment (AICEE) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 15–17 Oktober 2025 lalu.

‎‎Keduanya menjadi wakil Indonesia dalam forum bergengsi yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan se-ASEAN untuk membahas arah masa depan energi kawasan. 

Dalam sesi bertajuk Just and Inclusive Energy Transition, Salsa dan Ryan tampil sebagai presenter utama, membawakan hasil riset mereka yang menyoroti kesenjangan gender dalam kebijakan energi di Asia Tenggara.

‎‎Lewat penelitian berjudul “Gender Disparities and Energy Sustainability: Women as Catalysts in Indonesia, Vietnam, and Philippines’ Renewable Transitions,” Salsa dan Ryan menyoroti fakta bahwa sebagian besar kebijakan energi di kawasan ASEAN masih “gender-blind”, atau belum sepenuhnya mempertimbangkan peran perempuan dalam perencanaan dan implementasi transisi energi.

‎‎“Kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi bukan sekadar urusan teknologi atau ekonomi. Ia juga tentang keadilan sosial dan keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan,” kata Salsa Bila Wijaya, mahasiswa Fakultas Hukum Unila, Rabu (22/10/2025).

Baca juga: Dua Putri Lampung Raih Beasiswa Penuh ke Italia, Bukti Anak Lampung Bisa Mendunia

‎‎Sementara itu, Ryan Mukti Sasongko dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyatakan pentingnya dukungan institusi terhadap riset mahasiswa. 

“Kami percaya prestasi akademik akan tumbuh jika kampus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada mahasiswanya. Pengalaman ini membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah pun bisa bersuara di forum global,” ujarnya.

‎‎Dalam sesi presentasi yang digelar di Room 302 pada hari pertama konferensi, keduanya memaparkan empat pilar utama dari ASEAN Gender-Responsive Energy Transition Framework (AGRETF), yaitu Capacity Building and Education, Inclusive Decision-Making, Economic Empowerment, serta Gender-Sensitive Monitoring and Evaluation.

‎‎Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dari panelis dan peserta, termasuk perwakilan dari ASEAN Centre for Energy (ACE) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), yang menilai penelitian mereka sebagai kontribusi penting dalam memperkaya perspektif sosial dalam kebijakan energi kawasan.

‎Perjalanan Salsa dan Ryan menuju Kuala Lumpur tidaklah mudah. Di awal, keduanya sempat menghadapi kendala pendanaan dan keraguan dari sebagian pihak terhadap relevansi kegiatan ini bagi institusi. Namun semangat mereka tidak surut.

Baca juga: Gubernur Lampung Ajak Mahasiswa Baru Unila Jadi Generasi Emas

‎‎Beruntung, dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui fasilitasi langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang membantu keberangkatan keduanya sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan kapasitas intelektual generasi muda Lampung di kancah internasional.

‎‎“Awalnya kami sempat merasa kecewa karena ada yang meragukan kegiatan ini. Tapi kami tetap maju karena ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari Lampung juga bisa berkontribusi di level ASEAN,” tutur Salsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dua Mahasiswa Unila Harumkan Nama Lampung di Forum Energi Asean 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!