Kamis, 09 JULI 2026 • 15:56 WIB

Daun Pala di Lampung Selatan Disulap Jadi Minyak Atsiri, Warga Dapat Peluang Usaha Baru

Author

Mahasiswa Itera mendampingi warga mengubah daun pala tersebut menjadi minyak atsiri. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Daun pala yang selama ini hanya menjadi limbah di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, kini memiliki nilai ekonomi baru.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi warga mengolah daun pala menjadi minyak atsiri yang berpotensi menjadi produk unggulan desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Program yang berlangsung pada 7–8 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui hilirisasi produk pertanian.

Baca juga: Itera Kembangkan Storynomic Tourism Gunung Betung, Angkat Legenda dan Sejarah Lokal

Daun Pala Diolah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Ketua Tim PkM Itera, Rio Ardiansyah Murda, menjelaskan selama ini komoditas pala di Way Kalam belum dimanfaatkan secara optimal. Daun pala yang melimpah umumnya hanya menjadi limbah dan belum memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat didampingi mengolah daun pala menjadi minyak atsiri yang memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan kosmetik, obat-obatan, aromaterapi hingga produk perawatan tubuh (body care).

"Melalui program ini, kami mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual pala sebagai bahan mentah, tetapi juga mengolah turunannya. Salah satunya minyak atsiri dari daun pala yang memiliki nilai tambah lebih tinggi," ujar Rio.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapat pelatihan penggunaan alat destilasi minyak atsiri. Peserta yang terdiri dari kelompok masyarakat, perangkat desa, Pokdarwis Way Terjun, dan KUPS Sadar Wisata mempraktikkan langsung proses penyulingan, mulai dari persiapan bahan baku hingga pemisahan minyak hasil destilasi.

Pendampingan tersebut membuka wawasan masyarakat bahwa limbah daun pala dapat diolah menjadi produk bernilai jual yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha desa secara berkelanjutan.

Baca juga: Mahasiswa KKN Itera Tanam Mangrove dan Selamatkan Terumbu Karang di Pahawang

Dukung Ekonomi Desa dan Pariwisata

Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi warga mengolah daun pala menjadi minyak atsiri. (Itera Lampung)

Kepala Desa Way Kalam, Abdul Rosyid, menyambut baik program pemberdayaan yang dilakukan Itera. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan solusi nyata dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

"Selama ini daun pala belum dimanfaatkan. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat jadi tahu cara mengolahnya menjadi produk yang punya nilai jual," ujar Abdul Rosyid.

Tak hanya mendorong lahirnya produk baru, program ini juga diintegrasikan dengan pengembangan sektor pariwisata desa. Minyak atsiri daun pala direncanakan menjadi salah satu produk unggulan yang mendukung daya tarik kawasan wisata Way Terjun di Desa Way Kalam.

Mahasiswa Ikut Dampingi Masyarakat

Program ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Itera yang berperan dalam pendampingan masyarakat, dokumentasi kegiatan, hingga promosi produk hasil olahan.

Menurut Rio, keterlibatan mahasiswa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

"Program ini menunjukkan peran Itera sebagai kampus yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat. Dari limbah yang sebelumnya tidak bernilai, kini terbuka peluang ekonomi baru yang dapat dikembangkan oleh warga secara berkelanjutan," ujar Rio.

Baca juga: Mahasiswa Internasional dan Itera Bangun Infrastruktur Ramah Lingkungan di Pesawaran

Komitmen Itera Wujudkan Kampus Berdampak

Ke depan, tim PkM Itera akan terus mendampingi masyarakat dalam penguatan produksi hingga pemasaran minyak atsiri daun pala. Dengan dukungan peralatan destilasi dan pembinaan berkelanjutan, produk tersebut diharapkan mampu menjadi komoditas unggulan desa yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Itera sebagai Kampus Berdampak, yang menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendorong hilirisasi potensi lokal, memperkuat ekonomi desa, serta mendukung penerapan green economy di Provinsi Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU