Kamis, 09 JULI 2026 • 09:45 WIB

Itera Kembangkan Storynomic Tourism Gunung Betung, Angkat Legenda dan Sejarah Lokal

Author

Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan konsep storynomic tourism. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan konsep storynomic tourism di kawasan wisata Gunung Betung, Desa Sumber Agung, Kota Bandar Lampung.

Melalui pendekatan ini, potensi wisata tidak hanya dipromosikan lewat keindahan alam, tetapi juga diperkuat dengan cerita rakyat, sejarah, legenda, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Itera sebagai kampus berdampak dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Tim dosen dan mahasiswa melakukan eksplorasi lapangan serta Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menggali sekaligus memvalidasi berbagai narasi yang akan menjadi identitas destinasi wisata Gunung Betung.

Baca juga: Gubernur Lampung Bahas Pelestarian Budaya dan Desa Wisata bersama 5 Tokoh Adat Sai Batin

Cerita Lokal Jadi Identitas Destinasi Wisata

Dosen Program Studi Pariwisata Itera, Lili Anggraini, M.Par., mengatakan pengembangan destinasi wisata membutuhkan narasi yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Storynomic tourism menghubungkan potensi alam dengan cerita-cerita lokal yang diwariskan masyarakat. Nilai budaya tersebut menjadi identitas destinasi sekaligus memperkuat daya saing wisata tanpa menghilangkan keaslian kawasan,” ujar Lili.

Menurutnya, hasil FGD akan disusun menjadi leaflet storynomic tourism yang berfungsi sebagai media promosi sekaligus edukasi bagi wisatawan.

Dalam diskusi tersebut, masyarakat membagikan berbagai kisah mengenai Gunung Betung, mulai dari keberadaan makam petilasan yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan seorang syekh hingga sejarah perpindahan permukiman warga dari kawasan gunung ke Desa Sumber Agung akibat meningkatnya interaksi dengan satwa liar.

Selain itu, warga juga menceritakan legenda Gunung Sukma Ilang beserta berbagai mitos yang masih hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Baca juga: Mengenal Gunung Rajabasa: Ketinggian, Jalur, dan Tips Pendakian

Eksplorasi Potensi Alam Gunung Betung

Selain mendokumentasikan cerita masyarakat, tim Prodi Pariwisata Itera turut menelusuri jalur pendakian Gunung Betung bersama pemandu lokal.

Dari kegiatan tersebut, tim mengidentifikasi beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, seperti Pohon Geropak, hutan kemiri, sumber air nira, perkebunan kopi dan durian, hingga air terjun serta formasi batuan alami yang tersebar di kawasan tersebut.

Tim juga berdialog dengan masyarakat yang mengelola hasil hutan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan.

Promosi Wisata Berbasis Budaya dan Keberlanjutan

Lili menilai cerita rakyat, legenda, dan sejarah lokal merupakan aset budaya yang memiliki nilai tinggi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Cerita rakyat, legenda, dan nilai-nilai lokal dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya,” katanya.

Seluruh hasil eksplorasi akan dirangkum dalam leaflet storynomic tourism yang memadukan informasi mengenai kekayaan alam, sejarah, legenda, dan kearifan lokal Gunung Betung.

Baca juga: Itera Kenalkan Inovasi Eduwisata Berbasis Teknologi Pertanian Lewat Program Iterahero

Media promosi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik destinasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Melalui program ini, Program Studi Pariwisata Itera terus memperkuat perannya dalam menghasilkan inovasi berbasis keilmuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat untuk mengembangkan destinasi wisata yang berdaya saing, berbasis budaya, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU