Minggu, 21 JUNI 2026 • 11:20 WIB

Festival Maghgo Sekappung Libo ke-216, Warisan Budaya Lampung Timur yang Terus Lestari

Author

Festival Maghgo Sekappung Libo ke-216. (Pemkab Lampung Timur)

LAMPUNG - Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya leluhur mewarnai pelaksanaan Festival Maghgo Sekappung Libo ke-216 yang digelar masyarakat Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, di Lapangan Merdeka, Kamis (18/6/2026).

Tradisi adat yang telah berlangsung selama lebih dari dua abad tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, serta rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat dan keberkahan yang diberikan Allah SWT.

Festival dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur Rustam Effendi, Wakapolres Lampung Timur Kompol Maryadi, jajaran Forkopimcam Jabung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.

Tradisi Leluhur yang Tetap Bertahan Lebih dari Dua Abad

Sekda Lampung Timur Rustam Effendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan masyarakat Desa Negara Batin yang terus menjaga keberlangsungan tradisi Maghgo Sekappung Libo hingga memasuki usia ke-216 tahun.

Menurutnya, keberadaan festival tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan warisan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat dalam menjaga warisan budaya leluhur," ujar Rustam.

Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026 di Halaman Kantor Bupati Lampung Timur, Gratis untuk Masyarakat

Budaya Jadi Identitas dan Modal Sosial Daerah

Rustam menyatakan budaya merupakan jati diri daerah yang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi modal sosial penting dalam pembangunan masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai adat, kebersamaan, dan gotong royong yang terkandung dalam tradisi Maghgo Sekappung Libo perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda.

"Budaya adalah jati diri daerah yang tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga menjadi modal sosial untuk membangun masa depan yang lebih baik. Karena itu, nilai-nilai adat, kebersamaan, dan gotong royong harus terus diwariskan kepada generasi penerus," katanya.

Baca juga: BEM Unila Siapkan Festival Budaya di Raden Inten Beach, Fokus Lingkungan dan Pariwisata

Generasi Muda Diajak Jaga Warisan Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar tradisi yang diwariskan para leluhur tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman.

Ia berharap Festival Maghgo Sekappung Libo dapat terus menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang membanggakan Kabupaten Lampung Timur.

"Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta semakin menguatkan semangat persaudaraan dalam mewujudkan Lampung Timur yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing," pungkasnya.

Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Festival Maghgo Sekappung Libo tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga wujud penghormatan masyarakat terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.

Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat Desa Negara Batin menunjukkan bahwa budaya lokal tetap memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah, membangun solidaritas sosial, serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di tengah arus modernisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU