LAMPUNG - Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen Penerimaan Mahasiswa Baru di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera.
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan sistem penerimaan mahasiswa baru tahun sebelumnya, sekaligus langkah strategis dalam merumuskan kebijakan penerimaan mahasiswa baru 2026.
Rektor Itera yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, M.Si., menekankan pentingnya rapat tinjauan manajemen sebagai upaya menjaga keberlanjutan generasi Itera serta meningkatkan mutu pendidikan.
Terlebih, Itera baru saja memperoleh akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), meningkat dari akreditasi sebelumnya.
“Tidak menutup kemungkinan pada akreditasi selanjutnya Itera meraih predikat Unggul. Kuncinya adalah peningkatan jumlah program studi unggul yang secara tidak langsung dapat menarik minat calon mahasiswa baru,” ujar Prof. Khairurrijal.
Baca juga: Rencana Pembangunan Stadion di Natar, Tim Geofisika Itera Identifikasi Zona Potensial Air Tanah
Universitas Brawijaya sangat aktif melakukan branding melalui media sosial dan situs web setiap program studi. Bahkan, tim branding ini dipantau langsung oleh Rektor UB secara berkala
Prof. Khairurrijal juga mendorong Tim PMB Itera untuk terus memperkuat sistem penerimaan mahasiswa baru dengan belajar dari praktik terbaik di Universitas Brawijaya.
Dalam sesi pemaparan, Aulia Nur Mustaqiman menjelaskan sistem penerimaan mahasiswa baru di UB yang telah sepenuhnya beralih ke sistem digital.
Ia memaparkan tata kelola dan mekanisme setiap jalur penerimaan, mulai dari jalur mandiri, prestasi, hingga reguler seperti SNBP dan SNBT.
“Seluruh jalur penerimaan di UB telah terdigitalisasi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, sehingga masyarakat dapat memantau prosesnya secara terbuka,” jelas Aulia.
Baca juga: Cegah Stunting, Dosen dan Mahasiswa Itera Edukasi Pemanfaatan Jamur Tiram Jadi Produk Nutrasetika
Ia juga menekankan pentingnya peran media sosial dalam mendukung promosi dan branding perguruan tinggi.
“Universitas Brawijaya sangat aktif melakukan branding melalui media sosial dan situs web setiap program studi. Bahkan, tim branding ini dipantau langsung oleh Rektor UB secara berkala,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat PMB Itera Dr. Abdul Rajak, M.Si., menyampaikan sejumlah capaian PMB Itera 2025, antara lain peningkatan jumlah pendaftar serta tingkat daftar ulang mahasiswa baru yang mencapai 94,1 persen dari total daya tampung.
Ia juga mencatat persebaran asal mahasiswa Itera yang semakin luas, tidak hanya dari wilayah Sumatera, tetapi juga mencakup Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Selain itu, kegiatan promosi PMB Itera sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 33 kegiatan dan menjangkau lebih dari 4.000 siswa di berbagai daerah seperti Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Banten.
Namun demikian, Dr. Abdul Rajak juga mengungkapkan masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, di antaranya keterbatasan anggaran promosi, infrastruktur teknologi informasi, serta sumber daya manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan