Kunjungan pengurus Environmental Defense Fund (EDF) di Kantor Pemprov Lampung. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan pengurus Environmental Defense Fund (EDF), sebuah organisasi lingkungan internasional.
Pertemuan itu berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam kesempatan itu, Jihan menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kolaborasi dengan EDF dalam pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jihan menyatakan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan, terutama rajungan.
Lampung sendiri menjadi salah satu daerah penghasil rajungan utama di Indonesia, yang turut menyumbang signifikan terhadap pasokan nasional, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
"Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas dukungan EDF dalam pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan serta memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim," ujar Jihan.
Baca juga: Lampung Dorong Pemasaran Udang Dalam Negeri
Ia menyampaikan kolaborasi yang telah terjalin memberikan kontribusi dalam memperkuat tata kelola perikanan di Provinsi Lampung termasuk dalam peningkatan kapasitas dan kemandirian nelayan.
Jihan menekankan upaya tersebut memberikan dampak positif tidak hanya terhadap kelestarian sumber daya kelautan, tetapi juga terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui kebijakan dan koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, berdasarkan hasil kerja sama antara EDF dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Spawning Potential Ratio (SPR) menunjukkan tren peningkatan, dari 17 persen pada tahun 2021 menjadi 22 persen pada tahun 2024.
Baca juga: Itera Kenalkan Biofilter IoT di Lampung Selatan Wujudkan Budidaya Ikan Secara Modern
Dengan kondisi ini, produksi rata-rata rajungan segar/mentah mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.
Kondisi ini turut mendukung mata pencaharian 4.000 nelayan, 60 pengumpul rajungan, 23 mini-plant, 4 Unit Pengolahan Ikan (UPI), serta sekitar 1.000 pekerja rajungan.
Melalui kerja sama antara EDF dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya di wilayah pesisir timur, pengelolaan perikanan berkelanjutan diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat peran Lampung sebagai lumbung pangan sektor perikanan, serta berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan