Ilustrasi musim kemarau di Lampung. (Unsplash)
LAMPUNG - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino Godzilla yang berdampak besar terhadap produksi pangan dan perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Mirza dalam Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4/2026).
Dia menjelaskan Provinsi Lampung harus bersiap menghadapi fenomena yang diprediksi terjadi mulai Mei hingga September 2026.
Menurutnya, dampak El Nino akan sangat luas, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang berpotensi mengalami gagal panen dan gangguan produksi.
"Fenomena El Nino ini akan sangat mempengaruhi produksi pangan kita. Karena itu, kita harus kompak, bersinergi, dan berkolaborasi dalam melakukan langkah mitigasi sejak dini," kata Mirza.
Baca juga: Puncak Musim Kemarau 2026 di Lampung Diprediksi September, BMKG Imbau Antisipasi Kekeringan
Mirza menyampaikan Pemprov Lampung terus berkoordinasi dengan BMKG dan BBWS untuk memperkuat langkah antisipasi bersama pemerintah kabupaten/kota.
Berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Lampung akan memasuki musim kemarau sejak Mei, dengan puncak pada Juli hingga September. Curah hujan yang diprediksi rendah, setiap kabupaten/kota harus mengantisipasi risiko kekeringan dari sekarang.
Mirza menekankan Lampung merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi, jagung, dan singkong.
Produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menyuplai wilayah lain di Indonesia.
"Bukan hanya kepada masyarakat Lampung, secara tidak langsung ini juga menjadi tanggung jawab kita terhadap masyarakat luar yang selama ini menikmati hasil panennya dari Lampung," ujarnya.
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Lampung pada Sabtu, 11 April 2026
Mirza mengambil contoh jika produksi jagung menurun, maka akan berdampak pada kenaikan harga pakan, yang kemudian memicu kenaikan harga ayam dan telur.
Ia menyebut dampak tersebut akan berpengaruh besar terhadap petani, stabilitas ekonomi, hingga pertumbuhan ekonomi Lampung yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan