Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 MARET 2026 • 10:03 WIB

Bupati Lampung Selatan Tinjau Banjir di Jati Agung, 60 Warga Mengungsi di Gedung KDMP

Bupati Lampung Selatan Tinjau Banjir di Jati Agung, 60 Warga Mengungsi di Gedung KDMPBupati Lampung Selatan dan jajaran saat meninjau banjir di Jati Agung. (Diskominfo Lampung Selatan)
LAMPUNG – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, meninjau banjir yang terjadi di sejumlah permukiman warga di Kecamatan Jati Agung, Jumat (6/3/2026) malam. Peninjauan dilakukan untuk memantau kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Dalam tinjauannya, beberapa titik masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati dan jajaran mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras sejak Jumat sore.

Kronologi Banjir

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Baca juga: Banjir Landa Jati Agung Lampung Selatan, 20 Warga Dievakuasi Basarnas, 11 Rumah Terendam

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Hingga pukul 23.30 WIB, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di desa tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga.

"Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi," ujarnya.

Baca juga: WALHI: Banjir Bandar Lampung Bukan Bencana Alam, Tapi Kegagalan Tata Kelola Kota

Instruksi Bupati dan Bantuan untuk Warga

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

"Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan," kata Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

"Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bupati Lampung Selatan Tinjau Banjir di Jati Agung, 60 Warga Mengungsi di Gedung KDMP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!