LAMPUNG –Tim Verifikasi Lapangan dari perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), serta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulang Bawang Barat, Jumat (20/2/2026) lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penilaian kesesuaian perizinan berusaha layanan dialisis, sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tubaba menghadirkan layanan cuci darah yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat.
Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Armawati, menyatakan pentingnya verifikasi lapangan dalam memastikan standar layanan terpenuhi.
“Kunjungan verifikasi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh persyaratan perizinan berusaha layanan dialisis di RSUD Tulang Bawang Barat telah sesuai dengan standar dan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Armawati.
Baca juga: Uji Coba Cathlab, RSUD Sukadana Lampung Timur Siap Buka Layanan Kesehatan Jantung
Ia menambahkan layanan dialisis termasuk kategori pelayanan berisiko tinggi sehingga membutuhkan pengawasan ketat.
“Layanan dialisis atau cuci darah merupakan layanan berisiko tinggi yang menyangkut keselamatan nyawa pasien, sehingga seluruh aspek harus diverifikasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administratif, tetapi juga kesiapan teknis di lapangan.
“Kami menilai kesiapan sumber daya manusia, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan dan kelayakan mesin dialisis, sistem water treatment, hingga tata kelola operasional yang mendukung keselamatan pasien,” jelasnya.
Baca juga: Hari Kesehatan Nasional, Wagub Lampung Dorong Insan Kesehatan Lampung Perkuat Tranformasi Layanan
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tubaba, Eri Budi Santoso, menyampaikan pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Pemerintah Kabupaten Tubaba berkomitmen penuh menghadirkan layanan dialisis di RSUD sebagai bentuk peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Eri Budi
Dengan hadirnya layanan dialisis di RSUD, pemerintah berharap beban tersebut dapat berkurang secara signifikan.
“Dengan tersedianya pelayanan dialisis di RSUD Tubaba, kami berharap akses layanan semakin mudah, waktu tempuh lebih singkat, dan beban biaya maupun psikologis pasien dapat diminimalisir,” jelasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan