AJI Bandar Lampung akan memberikan penghargaan. (AJI Bandar Lampung)
LAMPUNG - Dalam upaya mendorong jurnalisme yang berkualitas, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung kembali membuka Anugerah Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin.
Dua penghargaan ini ditujukan bagi jurnalis serta tokoh atau lembaga yang memiliki kontribusi signifikan dalam bidang jurnalisme, demokrasi, dan hak asasi manusia di Lampung.
Penghargaan Saidatul Fitriah ditujukan untuk jurnalis melalui karya jurnalistiknya. Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi jurnalis yang menunjukkan kualitas, keberanian, serta dedikasi dalam mengungkap kebenaran melalui liputan mendalam dan berdampak.
Karya yang dapat diikutkan mencakup laporan isu-isu lokal, investigasi, feature, hingga reportase yang berpengaruh pada perubahan sosial, politik, ekonomi, maupun lingkungan.
Sementara itu, penghargaan Kamaroeddin diberikan kepada tokoh atau lembaga yang dinilai konsisten menjunjung tinggi prinsip jurnalisme, hak asasi manusia, dan demokrasi.
Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan bagi mereka yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan penegakan HAM, baik di Lampung maupun secara nasional.
“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja keras dan keberanian jurnalis serta tokoh yang terus memperjuangkan nilai-nilai dasar demokrasi dan hak asasi manusia yang sesuai dengan visi misi AJI di tengah berbagai tantangan,” kata Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, Rabu (10/12/2025).
Baca juga: Gubernur Lampung Buka Pekan Pendidikan Wartawan: Integritas Jurnalis Diuji di Era AI
AJI Bandar Lampung berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi jurnalis dan tokoh untuk terus menjaga integritas jurnalisme serta mendorong perubahan yang konstruktif di masyarakat.
Penghargaan Saidatul Fitriah dapat diikuti oleh jurnalis media cetak, online, televisi, maupun radio.
Peserta dapat mengirimkan karya yang telah terbit dalam satu tahun terakhir melalui tautan s.id/saidatulfitriah paling lambat 16 Desember 2025. Sementara usulan untuk Penghargaan Kamaroeddin dapat diajukan melalui s.id/kamaroeddin.
Sebagai informasi, Saidatul Fitria merupakan pewarta foto Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung yang gugur saat meliput demonstrasi mahasiswa di depan Kampus Universitas Bandar Lampung pada 28 September 1999.
Atul, sapaan akrabnya, meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan