ITERA meraih prestasi di tingkat nasional dalam pengembangan pangan lokal. (Itera Lampung)
LAMPUNG - Inovasi pengembangan pangan lokal kembali mengantarkan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) meraih prestasi di tingkat nasional.
Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatepa) Ganasarkara Itera berhasil meraih Terbaik 3 Publikasi Paling Informatif pada ajang Abdidaya Ormawa 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang melalui program pemberdayaan berbasis produk turunan singkong, yaitu Modified Cassava Flour (Mocaf).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Himatepa dalam menghadirkan publikasi yang informatif, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Capaian tersebut diperoleh dari program PPK Ormawa bertajuk “Sinergi Inovasi dan Pemberdayaan KWT Desa Sriwedari Melalui Produksi Mi MOCAF untuk Mewujudkan One Product One Village.”
Baca juga: Kapal Tanpa Awak Karya Tim Saibatin Itera Raih Juara 3 Nasional Kontes Kapal Indonesia
Program ini mendorong pemanfaatan singkong sebagai komoditas unggulan desa melalui pengolahan menjadi Mocaf dan produk olahan siap jual.
Sebagai bentuk implementasi, tim Himatepa melaksanakan pelatihan intensif pada 30–31 Agustus 2025 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sriwedari, Pesawaran.
Pelatihan mencakup alur lengkap pembuatan Mocaf, mulai dari pengupasan singkong, pengirisan, fermentasi 48 jam, penjemuran, hingga penepungan.
Peserta juga dibimbing memproduksi Mi Mocaf melalui proses pengadonan, penggilingan, pencetakan, pengukusan, hingga penggorengan.
Baca juga: Itera Dorong Inovasi Tepung Mocaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Singkong Lampung
Diversifikasi produk berbahan dasar Mocaf seperti bolu pisang dan bolu tape turut diperkenalkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Himatepa dalam menghadirkan publikasi yang informatif, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pelatihan dipandu oleh narasumber eksternal Rini Septiyani, dari SMK SMTI Bandar Lampung yang memberikan pendampingan teknis dan best practice pengolahan pangan lokal.
Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, menandai keberhasilan program dalam membangun kemandirian dan keterampilan pengolahan produk pangan desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan