Pemkot Metro dan Pemkab Kulon Progo jalin kerja sama. (BI Lampung)
LAMPUNG - Pemerintah Kota Metro bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melaksanakan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai upaya strategis memperkuat stabilitas pasokan dan harga komoditas cabai merah.
Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Bank Indonesia D.I. Yogyakarta turut hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan yang merupakan bentuk nyata penguatan intermediasi pasokan pangan strategis antara daerah surplus dan daerah defisit.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan kerja sama ini mencerminkan komitmen kuat untuk pengendalian inflasi komoditas volatile food melalui kolaborasi antar daerah.
KAD ini merupakan langkah strategis yang didorong oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Baca juga: BI Sebut Perekonomian Lampung 2025 Terus Tumbuh Positif, Meski Beberapa Risiko Perlu Diwaspadai
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menambahkan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Melalui langkah bersama ini, kita berharap terjadi keseimbangan antara daerah surplus dan defisit sehingga harga lebih stabil dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Bambang, Rabu (19/11/2025).
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan kerja sama yang terjalin, terutama pada komoditas cabai, dan berharap kerja sama ini dapat berkembang pada komoditas lainnya.
Ke depan Kulon Progo akan melakukan studi tiru kepada program unggulan TPID Kota Metro.
"Studi tiru akan berfokus pada penguatan pengendalian inflasi melalui penerapan program unggulan TPID Kota Metro, terutama pada manajemen harga beras, operasi pasar kolaboratif, dan pemanfaatan data sebagai early warning system," jelasnya.
Baca juga: BI: Ekonomi Lampung Terus Menguat, Didukung Konsumsi dan Investasi Domestik
Menurutnya Kota Metro juga memiliki praktik baik dalam hilirisasi komoditas pangan, urban farming, serta penataan pasar rakyat yang terintegrasi dengan program stabilisasi pasokan.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap kegiatan ini bukan hanya momen, tapi menjadi jembatan pembelajaran dan pertukaran manfaat antar daerah ke depan.
Selain dilakukan penandatangan dokumen kerja sama secara Government to Government (G to G), juga dilakukan kesepakatan kerja sama Business to Business (B to B) antara Koperasi Cabai Paku Sejahtera Kulon Progo dengan dua offtaker cabai Kota Metro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan