Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 02 AGUSTUS 2025 • 19:27 WIB

BI Lampung: Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi Lampung Juli 2025 Lebih Rendah dari Nasional

BI Lampung: Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi Lampung Juli 2025 Lebih Rendah dari NasionalIlustrasi Grafik Saham. (Freepik.com/rawpixel.com)

LAMPUNG - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada Juli 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (mtm), meningkat dibandingkan periode Juni 2025 yang mengalami inflasi sebesar 0,04 persen (mtm).

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,30 persen (mtm) dan sebagian besar provinsi di wilayah Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Juli 2025 mengalami inflasi sebesar 2,63 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,27 persen (yoy) dan inflasi nasional yang sebesar 2,37 persen (yoy).

"Dilihat dari sumbernya, inflasi pada Juli 2025 utamanya disebabkan oleh peningkatan harga komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau, utamanya bawang merah, tomat, cabai rawit, dan beras," kata Bimo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/8/2025).

Baca juga: BPS Sebut Lampung Inflasi 0,04 Persen pada Juni 2025

Dia menjelaskan kenaikan harga bawang merah sejalan dengan tertahannya produksi bawang merah di sentra produksi Jawa Barat akibat musim gadu dan hama penyakit tanaman pasca hujan.

"Adapun kenaikan harga cabai rawit dipicu penurunan volume produksi akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan belum masuknya masa panen di sentra produksi di Provinsi Lampung," jelasnya.

Sementara itu, kata Bimo, kenaikan harga beras sejalan dengan masuknya musim tanam gadu menjelang panen kedua di bulan September-Oktober.

"Inflasi yang lebih tinggi pada Juli 2025 tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, utamanya bawang putih, daging ayam ras, dan susu cair.

Penurunan harga bawang putih didukung oleh kelancaran pasokan pasca realisasi impor pada bulan sebelumnya yang turut menjaga stabilitas distribusi di pasar domestik.

Adapun penurunan harga daging ayam ras terjadi seiring kenaikan pasokan ayam hidup pada tingkat produsen di tengah permintaan yang relatif stabil.

Sejalan dengan itu, penurunan harga susu cair kemasan juga dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang relatif stabil.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sepanjang tahun 2025.

Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi, di antaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari kenaikan UMP sebesar 6,5 persen yang direalisasikan secara bertahap pada tahun 2025 dan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BI Lampung: Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi Lampung Juli 2025 Lebih Rendah dari Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!