Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 JULI 2025 • 10:40 WIB

Pengelola Tol Lampung Gencarkan Pengolahan Limbah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Pengelola Tol Lampung Gencarkan Pengolahan Limbah Sampah Plastik Jadi Produk BernilaiKelompok wanita tani (KWT) binaan pengelola Tol Bakter Lampung mengolah limbah sampah menjadi produk bernilai. (PT HKA)

LAMPUNG - PT Hakaaston (HKA) selaku pengelola jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) Lampung, mendorong masyarakat mengelola limbah plastik yang berasal dari jalan tol dan rest area menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bermanfaat.

Pengelola telah menjalankan program pengolahan limbah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan dan penggiat lingkungan melalui pelatihan pengolahan sampah kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan HKA di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan.

Sampah plastik yang dikumpulkan diproses menjadi produk fungsional seperti kursi melalui teknik ecobrick, yaitu pemadatan limbah plastik ke dalam botol yang kemudian disusun dan dijahit hingga menjadi bangku duduk yang kokoh.

Program ini merupakan bagian dari langkah nyata penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di HKA.

Saat ini anggota KWT mendapatkan manfaat dari hasil penjualan bangku buatan mereka untuk kemudian hasil penjualan dibelikan pupuk bagi pertanian.

Direktur Utama HKA, J. Aries Dewantoro, mengatakan keberlanjutan telah menjadi pijakan utama perusahaan dalam menjalankan bisnis, terutama sebagai operator jalan tol.

“Kami percaya bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan dan sosial datang dari keterlibatan masyarakat. Karena itu, seluruh inisiatif ESG kami dirancang tidak hanya untuk mengurangi dampak negatif, tetapi juga untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi komunitas di sekitar kami,” kata Aries.

Baca juga: Lampung Buka Peluang Terapkan Teknologi Pemusnah Sampah Ramah Lingkungan Bernama AutoThermix

Dia menjelaskan proses daur ulang sampah plastik di Bakter dimulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah dalam serangkaian kegiatan pengolahan terintegrasi mulai dari edukasi, pemilahan, hingga penyusunan hasil daur ulang.

Sejak program ini dimulai pada pertengahan 2023, volume sampah plastik yang dibuang dari rest area dan ruas tol berhasil dikurangi hingga 42 persen setiap bulan.

Pengurangan limbah plastik juga diimplementasikan di ruas Tol Medan–Binjai melalui program produksi sarung rubber cone.

“Rubber cone yang sudah tidak layak secara tampilan, kini diperpanjang masa pakainya dengan pelindung baru yang dijahit oleh kelompok ibu rumah tangga di Desa Payo Bakung, Kabupaten Deli Serdang. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan, melalui pelatihan menjahit, penyaluran mesin jahit, dan penyediaan bahan daur ulang oleh HKA,” jelas dia.

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Bertemu Gubernur, Bahas Pendidikan, Persoalan Sampah hingga Pariwisata

Produksi sarung rubber cone dilakukan secara rumahan dalam dua tahap yaitu pembuatan pola dan proses penjahitan. Saat ini, kelompok tersebut mampu memproduksi hingga 100 unit per hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pengelola Tol Lampung Gencarkan Pengolahan Limbah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!