Sabtu, 20 JUNI 2026 • 06:30 WIB

Mengenal Taman Cendawan Itera, Pusat Edukasi dan Konservasi Fungi di Sumatera

Author

Taman Cendawan di kawasan Kebun Raya Itera. (Institut Teknologi Sumatera)

LAMPUNGInstitut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan pendidikan, riset, dan konservasi keanekaragaman hayati melalui peresmian Taman Cendawan Itera di kawasan Kebun Raya Itera, Jumat (19/6/2026).

Peresmian dilakukan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, bersama Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Kehadiran taman ini menjadi salah satu inovasi unggulan Itera untuk memperkenalkan dunia fungi kepada masyarakat sekaligus mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.

Jadi Wahana Edukasi dan Konservasi Fungi

Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, menjelaskan Taman Cendawan tidak hanya berfungsi sebagai area koleksi jamur, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memperkenalkan keindahan, keunikan, dan peran penting fungi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, jamur sering kali luput dari perhatian masyarakat, padahal memiliki fungsi vital sebagai dekomposer yang menguraikan kayu lapuk dan serasah, mengembalikan unsur hara ke tanah, serta mendukung keberlanjutan kehidupan tumbuhan dan satwa.

Saat ini, Taman Cendawan Itera mengoleksi puluhan jenis jamur dari berbagai wilayah di Sumatera, khususnya Lampung.

Salah satu koleksi jamur yang ada di Taman Cendawan Itera. (Institut Teknologi Sumatera)

Beberapa koleksi yang diperkenalkan antara lain Jamur Kuping yang dikenal sebagai bahan pangan bergizi, Ganoderma yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, hingga King Alfred’s Cake atau Jamur Batu Bara yang dapat digunakan sebagai pemantik api setelah dikeringkan.

Pengunjung juga dapat mempelajari habitat alami berbagai jenis jamur yang tumbuh pada kayu lapuk maupun serasah secara langsung di kawasan taman.

Baca juga: Mengenal Bunga Khas Lampung: Cempaka Telur hingga Bunga Ashar

Dukung Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Prof. Nyoman menjelaskan jamur memiliki peran penting dalam hubungan simbiosis dengan tumbuhan melalui mikoriza. Hubungan tersebut membantu akar tanaman menyerap air dan nutrisi lebih optimal sehingga mendukung kesehatan ekosistem hutan.

Karena itu, Taman Cendawan Itera diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya fungi sebagai bagian dari keberlanjutan sumber daya hayati Indonesia.

Selain meresmikan taman, Kepala BRIN bersama pimpinan Itera dan para tamu undangan juga melakukan penanaman pohon Hopea bilitonensis, spesies langka endemik Pulau Belitung.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung konservasi biodiversitas dan penguatan fungsi Kebun Raya Itera sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pelestarian lingkungan.

Kepala BRIN Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi

Peresmian Taman Cendawan dihadiri Kepala BRIN dan jajaran. (Institut Teknologi Sumatera)

Usai peresmian, Kepala BRIN Prof. Arif Satria menyampaikan kuliah umum bertema Memperkuat Sinergi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Melalui Inovasi Berkelanjutan di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera.

Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, ia menegaskan bahwa riset dan inovasi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Dari Gajah hingga Badak: Daftar Satwa Langka Khas Lampung yang Wajib Dilindungi

Menurutnya, penguatan ekosistem riset perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas penelitian, jumlah inovasi dan paten, serta percepatan hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi yang berdampak. Perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi innovation university yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.

Arif juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Itera, termasuk Taman Cendawan Itera yang dinilai menjadi contoh pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan konservasi secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU