LAMPUNG - Pernah membayangkan botol plastik bekas, kardus, kaleng minuman, hingga kertas koran yang menumpuk di rumah ternyata bisa menghasilkan uang? Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, keberadaan bank sampah menjadi solusi yang semakin diminati.
Tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), bank sampah juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Bagi masyarakat yang ingin mulai menabung sampah, berikut daftar lokasi bank sampah di Lampung beserta panduan lengkap cara menjadi nasabahnya.
Daftar Lokasi Bank Sampah Aktif dan Terpercaya di Lampung
Lampung menjadi salah satu daerah yang terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung bahkan mencatat sejumlah bank sampah aktif yang tersebar di wilayah kota dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya.
Baca juga: Bank Sampah Aksata Anucara, Wujud Nyata Dukungan Mahasiswa Itera Menuju Kampus Bebas Sampah
Berikut beberapa bank sampah yang dapat menjadi pilihan masyarakat:
1. Bank Sampah Emak.ID
Salah satu bank sampah yang cukup dikenal di Bandar Lampung. Selain menerima sampah anorganik, komunitas ini juga aktif melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dan sekolah.
Bank Sampah Emak berlokasi di Perum Sohibanila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
Berikut informasi media sosial dan kontak yang bisa Anda hubungi:
Instagram :
Emak.ID (@banksampahemak.id)
Telpon/WhatsApp :
0812-7152-3334/0822-8192-7490
2. Bank Sampah Sahabat Gajah
Bank sampah ini menjadi salah satu pelopor pengembangan program pengelolaan sampah berbasis komunitas di Lampung. Bahkan sejumlah program bank sampah sekolah di Bandar Lampung mendapatkan pendampingan dari komunitas ini.
Bank Sampah Sahabat Gajah berlokasi di Jalan Airan Raya Nomor 8, Way Hui, Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
Berikut informasi media sosial dan kontak yang bisa Anda hubungi:
Instagram :
@banksampah_sahabatgajah
Telpon/WhatsApp :0821-8552-6668
3. Pesantren Bank Sampah Banjarsari
Pesantren Bank Sampah Banjarsari berlokasi di Jalan Patimura, RT 043/RW 009, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.
Tak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Pesantren Bank Sampah juga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat, mulai dari tabungan sampah, senam sampah, hingga program belajar mengaji dengan “bayar sampah”.
4. Bank Sampah Sekolah
Pemerintah Provinsi Lampung pada Agustus 2025 lalu meluncurkan Program Bank Sampah Sekolah SMA/SMK Kota Bandar Lampung, di GSG SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Program bank sampah ini memungkinkan siswa menabung sampah yang sudah dipilah, seperti kertas, plastik, logam, dan kaca. Sampah yang disetorkan akan ditimbang, dicatat, lalu nilainya dikonversi menjadi saldo tabungan yang bisa diuangkan atau diakses secara cashless melalui QRIS.
5. Gajahlah Kebersihan
Gajahlah Kebersihan merupakan komunitas berbasis di Lampung yang bergerak di pendidikan lingkungan khususnya isu sampah laut.
Mereka memberdayakan masyarakat pesisir dan urban (termasuk wilayah Pulau Pasaran) untuk mengolah sampah bernilai ekonomis dan mendukung program bank sampah.
Berikut informasi media sosial dan kontak yang bisa Anda hubungi:
Instagram :
Gajahlah Kebersihan (@gajahlahkebersihan.id)
Telpon-WhatsApp :
082280113380
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung juga mencatat beberapa bank sampah aktif di wilayah Bandar Lampung seperti Bank Sampah Kalpataru Kemiling, Bank Sampah Kabarti Panjang Utara, Bank Sampah Poltekkes Bandar Lampung, dan Bank Sampah Kartini Pulau Pasaran.
Sebagian besar bank sampah beroperasi pada hari Senin-Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB. Sebaiknya hubungi terlebih dahulu sebelum datang.
Baca juga: Lampung Luncurkan Program Bank Sampah Sekolah, Siswa Diharapkan Jadi Agen Perubahan
Jenis Sampah Rumah Tangga yang Bisa Ditabung dan Kisaran Harganya
Tidak semua sampah dapat disetorkan ke bank sampah. Umumnya, bank sampah hanya menerima sampah yang memiliki nilai ekonomi dan bisa didaur ulang.
Beberapa jenis sampah yang paling sering diterima antara lain:
- Botol plastik air mineral
- Gelas plastik minuman
- Kardus bekas
- Kertas HVS dan koran
- Kaleng aluminium
- Besi bekas
- Tembaga
- Botol kaca
- Minyak jelantah (di beberapa bank sampah tertentu)
Harga sampah biasanya berbeda-beda tergantung kondisi pasar daur ulang. Sebagai gambaran:
- Kardus bekas: Rp1.000–Rp2.500/kg
- Botol plastik PET: Rp2.000–Rp5.000/kg
- Kaleng aluminium: Rp8.000–Rp15.000/kg
- Besi bekas: Rp2.000–Rp5.000/kg
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai permintaan industri daur ulang.
Syarat dan Cara Mudah Mendaftar Menjadi Nasabah Bank Sampah
Menjadi nasabah bank sampah sebenarnya sangat mudah. Sebagian besar bank sampah menerapkan sistem yang hampir sama seperti membuka rekening tabungan.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Menyiapkan Identitas Diri
Calon nasabah biasanya diminta membawa:
Fotokopi KTP
Nomor telepon aktif
Alamat tempat tinggal
2. Mengisi Formulir Pendaftaran
Petugas akan membantu proses registrasi dan membuat buku tabungan sampah.
3. Mulai Menabung Sampah
Setelah terdaftar, nasabah dapat langsung menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah.
4. Mendapatkan Saldo Tabungan
Nilai sampah akan dikonversi menjadi saldo yang tercatat dalam buku tabungan atau sistem digital.
Beberapa bank sampah bahkan telah menggunakan sistem digital untuk memantau saldo nasabah secara daring.
Alur Penyetoran: Dari Pemilahan di Rumah Hingga Penimbangan
Agar proses berjalan lancar, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan masyarakat.
Pisahkan Sampah Berdasarkan Jenis
Jangan mencampurkan plastik, kertas, dan logam dalam satu wadah. Pemilahan sejak awal akan meningkatkan nilai jual sampah.
Bersihkan Sampah
Botol atau kemasan plastik sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar tidak menimbulkan bau.
Setorkan ke Bank Sampah
Datang sesuai jadwal operasional bank sampah dan bawa sampah yang sudah dipilah.
Penimbangan dan Pencatatan
Petugas akan menimbang setiap jenis sampah dan mencatat nilai ekonominya ke dalam buku tabungan nasabah.
Pencairan Saldo
Saldo biasanya dapat dicairkan setelah mencapai nominal tertentu atau sesuai ketentuan masing-masing bank sampah.
Manfaat Finansial dan Lingkungan dari Rutin Menabung Sampah
Mengikuti program bank sampah tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Menghasilkan Tambahan Penghasilan
Sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat berubah menjadi tabungan yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Mengurangi Timbulan Sampah
Sampah yang dipilah dan didaur ulang tidak akan langsung berakhir di TPA sehingga membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Membentuk Kebiasaan Hidup Bersih
Kegiatan memilah sampah sejak dari rumah dapat membangun kesadaran lingkungan bagi seluruh anggota keluarga.
Mendukung Ekonomi Sirkular
Sampah yang terkumpul akan kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku industri daur ulang sehingga mengurangi eksploitasi sumber daya alam.
Pemerintah Provinsi Lampung sendiri terus memperkuat peran bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
FAQ
Apa itu bank sampah?
Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang memungkinkan masyarakat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi untuk kemudian dikonversi menjadi uang atau saldo tabungan.
Apakah semua jenis sampah bisa ditabung?
Tidak. Umumnya hanya sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca yang diterima.
Berapa keuntungan yang bisa diperoleh dari bank sampah?
Tergantung jumlah dan jenis sampah yang disetorkan. Semakin banyak sampah bernilai jual yang dikumpulkan, semakin besar saldo tabungan yang diperoleh.
Apakah anak-anak bisa menjadi nasabah bank sampah?
Bisa. Banyak bank sampah yang melibatkan pelajar dan komunitas sekolah dalam program pengelolaan sampah.
Apakah ada bank sampah digital di Bandar Lampung?
Ya. Beberapa program bank sampah sekolah di Bandar Lampung telah mengadopsi sistem digital untuk pencatatan saldo nasabah.
Keberadaan bank sampah di Bandar Lampung menjadi solusi nyata dalam menghadapi persoalan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan memilah dan menabung sampah secara rutin, warga tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga ikut menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung gerakan daur ulang.
Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, langkah sederhana seperti menyetorkan botol plastik atau kardus bekas ke bank sampah dapat memberikan dampak besar. Sebab lingkungan yang bersih tidak lahir dari tindakan besar semata, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber