Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 14:29 WIB

Waspada 'Silent Killer' di Tengah Kota: Mengapa Gaya Hidup Sehat Saja Tak Cukup?

Author

Informasi waspada penularan HIV/AIDS. (AI Generated)

LAMPUNG - Gaya hidup sehat bukan cuma soal diet atau rutin ke gym, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga diri dari risiko kesehatan jangka panjang.

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandar Lampung yang semakin dinamis, isu kesehatan reproduksi kini kembali menjadi sorotan hangat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung pun mulai tancap gas memperkuat edukasi bagi warga agar lebih mawas diri terhadap ancaman HIV/AIDS. 

Strateginya pun dibuat lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan kesehatan yang jemput bola.

Baca juga: Asrama Itera: Rumah Kedua yang Membentuk Karakter Cendekia dan Toleransi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menjelaskan bahwa timnya tidak pernah berhenti memberikan imbauan di lapangan.

"Kalau sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat kami terus lakukan melalui puskesmas keliling agar tidak menghindari gonta-ganti pasangan," ujar Muhtadi di Bandar Lampung, Minggu. (22/2/2026).

Kenali Musuh Tak Terlihat

Salah satu tantangan terbesar dari HIV adalah sifat virus yang "sembunyi-sembunyi".

Virus ini bekerja secara perlahan merusak sistem imun tanpa memberikan tanda-tanda yang mencolok di awal. Hal inilah yang seringkali membuat orang terlena dengan gaya hidup mereka.

"Sehingga banyak penderita tetap beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa sistem kekebalan tubuhnya perlahan melemah. Hal ini yang membuat penanganan kerap terlambat," jelasnya.

Sebagai pusat aktivitas di Provinsi Lampung, Bandarlampung memiliki mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Ritme hidup perkotaan yang cepat ini ternyata membawa risiko tersendiri jika tidak dibarengi dengan kesadaran akan perilaku sehat.

"Apalagi jika disertai perilaku seksual berisiko. Hal ini dapat mempercepat penyebaran virus tersebut,” jelasnya.

Pesan untuk Gen Z dan Milenial

Bukan hanya melalui hubungan seksual yang tidak aman, gaya hidup tidak sehat seperti penggunaan narkoba dengan jarum suntik juga menjadi pintu masuk utama penyebaran virus ini.

Baca juga: Panduan Lengkap: Begini Cara Bisa Tinggal di Asrama Itera, Prioritas untuk KIP-K!

Muhtadi pun memberikan pesan khusus bagi anak muda agar tetap berada di jalur yang positif.

"Maka itu kami selalu menghimbau masyarakat terutama anak-anak muda guna menghindari pergaulan bebas dan tidak menggunakan narkoba karena resikonya tinggi. Sebab ketika seseorang terpapar virus ini, sudah pasti kemampuan tubuh untuk melawan infeksi akan semakin melemah," tegasnya.

Angka yang Perlu Diwaspadai

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2025 menunjukkan angka yang cukup mengejutkan.

Tercatat ada 119 kasus HIV di Bandar Lampung, yang menempatkan kota ini di posisi tertinggi dibandingkan 15 kabupaten/kota lainnya di Lampung.

Tingginya angka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa self-love yang sesungguhnya adalah dengan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Stay safe and stay healthy!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU