Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 13:36 WIB

Pengunjung Lampung Fest Diajak Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk Hijau

Pengunjung Lampung Fest Diajak Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk HijauTalkshow pengelolaan limbah tanaman kopi di ajang Lampung Fest 2025. (Diskominfotik Lampung)

LAMPUNG - Lampung Fest 2025 tak hanya menyuguhkan aroma kopi hangat dari deretan barista lokal.

Di Pavilion Kopi, pengunjung diajak melangkah lebih jauh, yaitu memahami bagaimana limbah kulit kopi dapat diolah menjadi biochar, produk hijau yang kini banyak dibicarakan dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Dalam talkshow bertema Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar), Dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung, Sismita Sari, mengatakan potensi besar limbah kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan. 

“Ada banyak sekali limbah kulit kopi di Lampung. Walaupun sudah ada berbagai cara pengelolaan, tetap saja sebagian besar terbuang," ujar Sismita, Rabu (19/11/2025).

Baca juga: Lampung Fest 2025 Gaungkan “Coffee and Tourism” untuk Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

"Biochar ini salah satu yang paling berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi sirkular,” imbuhnya.

Dia menjelaskan Biochar merupakan karbon berpori hasil proses pirolisis, pembakaran pada suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

Struktur porinya membuat biochar memiliki kemampuan menahan air, menyerap racun, meningkatkan pH tanah, serta menjadi tempat hidup mikroorganisme yang penting bagi siklus hara.

“Biochar bisa meningkatkan kapasitas tukar kation, juga menciptakan tempat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme yang tentunya membuat lingkungan tanaman menjadi sehat,” kata Sismita.

Lampung yang dikenal sebagai sentra kopi nasional masih menghadapi tantangan lahan marjinal dan tanah miskin nutrisi.

Baca juga: Lampung Fest 2025 Dibuka Gratis Untuk Umum

Biochar dengan kandungan karbon 60–90 persen dinilai dapat membantu memulihkan kondisi tersebut, sekaligus menjaga produktivitas perkebunan dalam jangka panjang.

Inovasi ini tidak berdiri sendiri. Di berbagai daerah penghasil kopi, biochar mulai dipromosikan sebagai strategi penyelamatan produktivitas kebun.

Para ahli menilai, adopsi biochar harus menjadi bagian dari kebijakan konservasi tanah agar industri kopi tetap bertahan di tengah perubahan iklim dan degradasi lahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pengunjung Lampung Fest Diajak Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk Hijau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!