Rabu, 22 JULI 2026 • 20:30 WIB

Temuan Kasus TBC Way Kanan Baru 35 Persen, Pemprov Turun Tangan

Author

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin rapat pembahasan eliminasi TBC di Way Kanan. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung mengintensifkan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan setelah capaian penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di daerah tersebut baru mencapai 462 kasus atau sekitar 35 persen dari target 1.329 kasus pada semester pertama 2026.

Upaya percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Way Kanan yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual, Rabu (22/7/2026).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan agenda pembangunan yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, rapat koordinasi dilakukan untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun langkah percepatan yang lebih terukur.

"Fokus kita bukan hanya menemukan kasus sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap pasien memperoleh pengobatan hingga tuntas, keluarga pasien mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta seluruh indikator penanggulangan TBC dapat tercapai," tegasnya.

Baca juga: Kasus TBC Tubaba Terendah, Wagub Jihan Minta Gerak Cepat

Jihan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung kini menggelar rapat koordinasi mingguan bersama seluruh kabupaten/kota guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, mulai dari memasukkan indikator penanggulangan TBC dalam dokumen pembangunan daerah, menyediakan anggaran, meningkatkan kapasitas SDM, hingga memperkuat penemuan kasus secara aktif.

Siapkan X-Ray Portable dan Website Skrining

Dalam rapat tersebut, Jihan mendorong optimalisasi pemanfaatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi pasien TBC serta meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Selain itu, Pemprov Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan website Peduli Tuberkulosis Lampung sebagai sarana skrining mandiri masyarakat.

Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengetahui tingkat risiko TBC sebelum dilakukan penelusuran kontak yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Baca juga: Lampung Selatan Sumbang 11 Persen Kasus TBC di Lampung, Ini Langkah Percepatannya

Jihan juga mengungkapkan Lampung akan menerima tambahan 25 unit X-ray portable dari pemerintah pusat untuk memperkuat layanan diagnosis TBC.

Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota menyiapkan administrasi dan sumber daya manusia agar peralatan tersebut dapat segera dimanfaatkan.

TPT Masih Jadi Tantangan

Selain capaian penemuan kasus yang masih 35 persen, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah juga masih menjadi indikator terendah di Way Kanan.

Karena itu, Jihan meminta pemerintah daerah memperkuat skrining kelompok berisiko, memperluas jejaring fasilitas kesehatan, mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta melakukan evaluasi mingguan terhadap perkembangan program.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Way Kanan, Ixuan Akhmadi, mengatakan pemerintah daerah telah memiliki Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis dan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis yang dibentuk melalui keputusan bupati.

Ke depan, dokumen tersebut akan ditingkatkan menjadi Peraturan Bupati pada 2027 untuk memperkuat implementasi program.

Baca juga: Wagub Jihan Minta Screening TBC di Mesuji Lebih Masif

Ia menyebut Way Kanan saat ini didukung 87 fasilitas pelayanan kesehatan, terdiri atas rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, puskesmas, klinik, praktik mandiri dokter, dan laboratorium diagnostik TBC.

Meski capaian penemuan kasus baru mencapai 462 kasus dari target 1.329 kasus, tingkat keberhasilan pengobatan telah mencapai 96 persen. Namun, cakupan pemberian TPT masih berada di angka 8 persen, sehingga menjadi fokus utama percepatan hingga akhir 2026.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Pemkab Way Kanan terus memperkuat sosialisasi, pembentukan Kampung Siaga TBC, skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak, serta koordinasi lintas sektor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU