Rabu, 17 JUNI 2026 • 14:14 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Modern Berbasis Energi

Author

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan energi terbarukan dan industri hijau.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/6/2026).

Kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah serta pengembangan potensi energi dan industri di Provinsi Lampung. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang ramah lingkungan.

Lampung Dorong Transformasi Menuju Ekonomi Hijau

Penandatanganan MoU ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengembangkan pengelolaan sampah modern, energi terbarukan, dan kawasan industri hijau yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama tersebut, kedua belah pihak bersepakat mempercepat pembangunan sektor energi dan industri berbasis keberlanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Objek kerja sama meliputi pembangunan fasilitas pengolahan sampah serta pengembangan sektor energi dan industri. Langkah ini diharapkan mendukung penyediaan energi terbarukan sekaligus menciptakan ekosistem industri hijau yang berdaya saing.

Baca juga: Sampah di Lampung Bakal Jadi Energi Listrik, Pembangunan PSEL Ditarget Mulai November 2026

Kembangkan Teknologi Waste-to-Energy

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan studi kelayakan (feasibility study) serta pembangunan berbagai sektor strategis.

Beberapa di antaranya meliputi pengelolaan limbah terintegrasi dan waste-to-energy yang mengubah sampah menjadi energi, produksi bahan bakar biomassa (biomass fuel), pengembangan pembangkit listrik tenaga air skala kecil (micro hydro power plant), hingga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

PT Nusantara Plastik Energi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar melalui teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) dan pirolisis, pengembangan pembangkit listrik, serta pembangunan kawasan industri.

Lampung Jadi Pilot Project Nasional

Provinsi Lampung dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) karena dinilai memiliki posisi strategis, dukungan pemerintah daerah yang kuat, serta potensi besar untuk menjadi model transformasi pengelolaan sampah nasional.

Baca juga: Ubah Sampah Jadi Rupiah, Ini Daftar Lokasi Bank Sampah di Lampung

Perusahaan tersebut akan membawa pengalaman pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Eropa selama lebih dari 30 tahun untuk dikembangkan di Lampung sebagai proyek percontohan ekonomi sirkular yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahap awal, akan dibangun fasilitas pengolahan sampah plastik berkapasitas 15.000 ton per tahun dengan nilai investasi sekitar 25 juta Euro. Proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 40 tenaga kerja.

Sistem pengolahan yang diterapkan bersifat modular sehingga dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan.

Target Kelola 200 Ribu Ton Sampah per Tahun

Ke depan, fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengelola hingga 200.000 ton sampah per tahun melalui proses pemilahan dan pengolahan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Produk yang dihasilkan meliputi minyak pirolisis, bahan bakar alternatif RDF, bahan baku daur ulang, energi terbarukan, hingga produk turunan dari sampah organik.

Baca juga: Lampung Selatan Dukung Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, Lahan 20 Hektare di Kota Baru Disiapkan

Menurut pihak perusahaan, proyek ini tidak hanya berkontribusi mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular, penciptaan lapangan kerja, serta potensi pendapatan tambahan melalui skema kredit karbon.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong transformasi menuju ekonomi hijau, memperkuat ketahanan energi daerah, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU