Senin, 13 APRIL 2026 • 20:15 WIB

Pemprov Lampung Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 tetap Berjalan Sesuai Jadwal Meski Dipengaruhi Kondisi Geopolitik Global

Author

Keberangkatan jemaah haji Lampung tahun lalu. (Kemenag Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung memastikan keberangkatan jemaah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun dipengaruhi kondisi geopolitik global, salah satunya kenaikan biaya angkutan udara akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur).

Hal ini ditegaskan dalam rapat pembahasan kenaikan biaya angkutan udara haji 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/4/2026).

Marindo menyampaikan hasil rapat bersama sejumlah pihak, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung dan maskapai Garuda Indonesia, menyepakati proses pemberangkatan jemaah haji tetap dilaksanakan pada 26 April 2026.

“Insya Allah kita pastikan bersama, dengan berbagai pihak, keberangkatan haji tanggal 26 April siap dilaksanakan. Pemerintah menjadikan kenyamanan dan kelancaran jemaah sebagai prioritas utama,” kata Marindo.

Baca juga: Jemaah Haji Lampung Meninggal Dunia Meningkat, Kemenag Bakal Lakukan Evaluasi

Dia menjelaskan pemerintah hadir untuk menjamin seluruh proses berjalan sesuai skema yang telah ditetapkan, tanpa mengganggu hak jemaah yang telah lama menunggu keberangkatan, bahkan hingga puluhan tahun.

Kenaikan biaya angkutan udara sendiri dipicu oleh lonjakan harga avtur yang cukup signifikan sejak awal April 2026. 

Berdasarkan data PT. Pertamina (Persero), harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta meningkat hingga 72,45 persen, sementara untuk penerbangan internasional naik hingga 80,32 persen.

Kondisi ini dipengaruhi situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, dan dikategorikan sebagai keadaan kahar (force majeure).

Baca juga: UIN Raden Intan Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032, Venue Olahraga Disiapkan

Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk selaku pemenang tender pengangkutan udara jemaah haji Lampung mengajukan penyesuaian harga dari nilai kontrak awal sebesar Rp 28,79 miliar.

Marindo menjelaskan permintaan ini tengah dikaji oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPKP, untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.

“Semua kenaikan harus melalui perhitungan dan pengecekan. Kami pastikan sesuai regulasi, ada ambang batasnya, dan tetap akuntabel. Tapi di sisi lain, pelayanan kepada jemaah tidak boleh terganggu,” jelasnya.

Adapun jumlah jemaah haji Provinsi Lampung 2026 tercatat sekitar 5.962 orang yang akan diberangkatkan melalui 13 kloter penuh dan 1 kloter gabungan. 

Dengan kapasitas pesawat 162 orang, total penerbangan mencapai sekitar 80 kali, termasuk keberangkatan dan pemulangan dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Terkait potensi selisih biaya akibat penyesuaian tarif, Marindo menyebut mekanisme pembiayaan akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah kabupaten/kota, mengingat jemaah haji merupakan tanggung jawab daerah masing-masing.

“Yang pasti kita pastikan regulasi ditegakkan, tapi pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas. Mereka sudah menunggu lama, jadi harus kita pastikan berangkat dengan nyaman,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Marindo menegaskan bahwa Pemprov Lampung akan memastikan dinamika kenaikan biaya tidak akan menghambat pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dan seluruh jemaah tetap diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU