Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 14:06 WIB

Lampung Jadi Lokasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Investasi Capai Rp600 Miliar

Author

Groundbreaking program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PTPN I melakukan groundbreaking program pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara serentak di enam wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusatenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Dalam pelaksanaan groundbreaking, Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. 

Ia menyampaikan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. 

"Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau," kata Marindo.

Baca juga: Tinjau Sentra Sayur di Sukau, Gubernur Lampung Instruksikan Proteksi Harga Panen Petani dan Siapkan Hilirisasi

Di Provinsi Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yaitu pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam beserta cold storage berkapasitas 50 ton, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer.

Kemudian, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua. Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Marindo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat perekonomian daerah.

"Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Lampung Perkuat Hilirisasi Produk Pertanian Melalui Kolaborasi dengan BBPVP Serang

"Selain itu, Pemprov Lampung terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa," tambahnya.

Dia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dan sinergi agar Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, mengatakan groundbreaking ini dalam rangka mendukung swasembada pangan protein hewani, di mana kegiatan ini untuk seluruh Indonesia ada rencananya di 30 provinsi, salah satunya adalah Provinsi Lampung. 

"Untuk tahap pertama ini, kami dialokasikan hilirisasi ayam terintegrasi yaitu di enam provinsi. Jadi, tahap satu ini ada di enam provinsi, yaitu di Provinsi Lampung salah satunya, yang rencananya untuk Provinsi Lampung itu ada di tiga lokasi di lahan PTPN," ujarnya.

"Untuk yang disini ada untuk RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan cold storage, kemudian untuk pembangunan pabrik pakan, untuk pengolahan tepung telur dan daging, kemudian juga untuk hatchery di mana untuk DOC (Day Old Chicken) daripada ayam petelur kita," imbuhnya.

Ia menilai Lampung adalah potensial pemasok, baik itu untuk Provinsi Lampung ataupun juga pemasok di Jabodetabek, juga pemasok daripada untuk provinsi-provinsi seputaran bahkan ke Sumatera.

"Jadi Lampung adalah sangat potensial sehingga juga dialokasikan kegiatan tersebut," ucapnya.

Baca juga: Limbah Pertanian di Lampung Akan Diolah Jadi Sumber Energi

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan langkah ini adalah tonggak penting dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. 

Adapun nilai investasi dari groundbreaking di Lampung yaitu sekitar Rp600 miliar untuk membangun fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), Cold Storage dan pabrik pakan ditahap pertama, nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri pakan, Hatchery dan Paren Stock untuk layer dan broiler. 

Industri ternak ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton (daging ayam) karkas per tahun untuk memenuhi kebutuhan protein di Sumatera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU