Senin, 29 DESEMBER 2025 • 10:22 WIB

Kader PMII Lampung Diajak Jaga Kebangsaan dan Dukung Penguatan Ekonomi Desa

Author

PMII Lampung gelar istighosah. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya peran mahasiswa dan santri dalam menjaga pilar kebangsaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, saat menjadi keynote speaker dalam Istighosah untuk Keselamatan Bangsa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung di Pondok Pesantren Madarijul ‘Ulum, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung

Kegiatan tersebut diikuti pengasuh pesantren, tokoh NU, serta alumni dan kader PMII.

Ganjar mengatakan mahasiswa merupakan inti kekuatan pemuda yang memiliki tanggung jawab sejarah bagi masa depan bangsa. Ia mengingatkan kemerdekaan Indonesia lahir dari tradisi intelektual dan keberanian kaum pergerakan.

"Mahasiswa adalah kekuatan strategis. Bangsa ini merdeka karena kekuatan ilmu dan gagasan. Tradisi keilmuan itu harus terus dijaga," kata Ganjar.

Baca juga: Pramuka dan PMII Lampung Kolaborasi Akan Tanam Mangrove di Pesisir

Menurut Ganjar, tradisi keilmuan yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama, termasuk melalui PMII, menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa. 

Spirit keagamaan keluarga santri dinilai mampu memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan global.

"Tradisi keilmuan di NU wajib dijaga. Modal motivasi dan spirit keagamaan keluarga santri adalah kekuatan besar untuk masa depan Indonesia dan Lampung," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga memaparkan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Lampung di sektor pembangunan ekonomi, khususnya pertanian.

Baca juga: Pelatihan Kader Nasional PMII Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Desaku Maju di Lampung

Pemprov Lampung, menurutnya, mendorong kebijakan hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian dinikmati petani dan masyarakat lokal.

Ia mencontohkan kebijakan Gubernur Lampung yang mendorong agar gabah dan singkong tidak keluar dari daerah dalam bentuk bahan mentah. 

Penetapan harga gabah Rp 6.500 per kilogram oleh Presiden dinilai sudah menguntungkan petani, namun Gubernur Lampung memperkuatnya melalui intervensi kebijakan daerah berupa penyediaan bed dryer untuk meningkatkan kualitas gabah pasca panen.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, harga gabah di tingkat petani dapat meningkat hingga Rp 7.000 per kilogram, yang berpotensi mendorong kenaikan pendapatan petani hingga sebesar 30 persen.

"Pak Gubernur ingin nilai tambah komoditas tetap berputar di Lampung. Hilirisasi adalah kunci agar ekonomi daerah semakin kuat dan petani semakin sejahtera," ucap Ganjar.

Ganjar menambahkan, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung karena menyangkut hajat hidup sekitar 1,2 juta petani. 

Dengan sekitar 70 persen penduduk Lampung tinggal di wilayah pedesaan, kebijakan yang fokus pada penguatan ekonomi keluarga dan desa dinilai tepat sasaran.

Baca juga: Provinsi Lampung Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kader Nasional PMII, Usung Kolaborasi Pemuda, Budaya Lokal dan Pengembangan Desa

Ganjar juga menyoroti tantangan digitalisasi yang dihadapi generasi muda. Ia mengingatkan santri dan mahasiswa untuk memiliki literasi digital yang kuat guna menangkal dampak negatif teknologi, seperti penipuan daring, judi online, dan pinjaman online ilegal.

"Teknologi itu alat, seperti pisau. Sangat bergantung pada akhlak penggunanya. Saya berharap kader PMII dan keluarga besar NU mampu menjadikan ruang digital sebagai sarana dakwah yang positif dan mencerdaskan," pungkas Ganjar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU