Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 10:54 WIB

Desa Fajar Baru Lampung Selatan Jadi Role Model Agroeduwisata

Author

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, saat meninjau hasil kerajinan di Desa Fajar Baru. (Diskominfo Lampung Selatan)

LAMPUNG - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, meninjau program Agroeduwisata di Balai Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung.

Kunjungan ini dilakukan karena balai desa setempat dinilai telah memenuhi konsep dan potensi pengembangan agroeduwisata yang menjadi fokus pembangunan daerah.

Dalam kunjungan itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, juga menyempatkan diri menyapa para pedagang kain tapis di sekitar area balai desa.

Bupati Egi mengaku senang bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan perangkat desa Fajar Baru. Ia memuji desain dan atmosfer Balai Desa Fajar Baru yang dinilainya unik, artistik, serta mencerminkan semangat kreativitas warganya.

“Kalau kepala desanya seniman, ya beginilah hasilnya. Menurut saya, selama saya berkeliling, kantor desa ini yang paling bagus. Nyentrik, seni, bersih, asri, dan memiliki pemandangan sawah yang indah. Tadi saya cek juga, kamar mandinya kering dan wangi,” kata Egi, Jumat (14/11/2025).

Baca juga: Srawung Seni Sawah: Menghidupkan Budaya dan Wisata dari Tengah Lahan Pertanian

Dia menilai inovasi seperti Desa Fajar Baru yang dibutuhkan Lampung Selatan dalam mendorong pembangunan desa yang kreatif dan berdaya saing. Ia menegaskan, setiap karya besar lahir dari keberanian berinovasi dan semangat kolaborasi lintas sektor.

“Ini berlaku bukan hanya untuk kepala desa, tetapi juga bagi pejabat struktural hingga bupati. Salah satu penggagas kolaborasi ketahanan pangan dengan sektor pariwisata ini adalah Kadis TPH Pak Mugiono. Saya hanya merajut ide-ide yang sudah muncul dari jajaran,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari peninjauan tersebut, Bupati Egi memastikan bahwa pada tahun 2026 Pemkab Lampung Selatan akan memperbaiki Jalan Murni As dan Jalan Baitul Makmur, akses yang saling terhubung serta menjadi jalur utama masyarakat setempat.

Baca juga: Lembah Suhita Lampung Didorong Jadi Destinasi Eduwisata

Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Bupati beserta jajaran.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan balai desa yang kini menjadi ikon lokal tersebut memakan waktu sekitar 10 bulan, sejak November 2024 hingga Mei 2025.

“Kami sangat berbahagia atas kunjungan Bupati. Mohon maaf jika penyambutan kami masih kurang sempurna. Semua pembangunan ini kami lakukan agar masyarakat merasa nyaman dan bangga dengan desanya,” ujar Agus.

Ke depan, Pemerintah Desa Fajar Baru berencana mengembangkan kafe persawahan dengan fasilitas live musik serta menghadirkan konsep K3: Kandang, Kolam, dan Kebun sebagai daya tarik utama agroeduwisata.

Program tersebut diharapkan menjadi model transformasi desa yang mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui perpaduan antara pariwisata, edukasi, dan penguatan sektor pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU