Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 10:11 WIB

Nelayan di Lampung Dilaporkan Hilang saat Cuaca Buruk, Tim SAR Lampung Lakukan Pencarian

Author

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian nelayan yang hilang. (Basarnas Lampung)

LAMPUNG - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Subardi (64), warga Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, yang dilaporkan hilang setelah mengalami lost contact di Perairan Sungai Berundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan

Hingga Sabtu (1/11/2025) kemarin, operasi pencarian telah memasuki hari ke-tiga namun korban masih belum ditemukan.

Kejadian bermula pada Selasa (28/10), ketika korban bersama dua rekannya berangkat melaut dari Dermaga Paret 8, Lampung Timur, untuk mencari udang. 

Saat di tengah laut, cuaca buruk dan gelombang tinggi memaksa mereka menepi ke Sungai Berundung. Setelah cuaca membaik, dua nelayan kembali melaut, sedangkan Subardi memilih bertahan di sungai. Namun, keesokan harinya korban tidak lagi ditemukan di lokasi.

Baca juga: Basarnas Lampung Beri Pelatihan kepada Masyarakat Tentang Upaya Pencarian dan Pertolongan

Upaya pencarian mandiri oleh rekan korban tidak membuahkan hasil. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke BPBD Lampung Timur dan diteruskan kepada Kantor SAR Lampung pada Kamis (30/10/2025) pukul 12.50 WIB. 

Tidak lama berselang, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan ke lokasi menggunakan RIB 02 Lampung lengkap dengan peralatan pendukung pencarian.

Penyisiran dilakukan di area sungai dan perairan sekitar dengan radius 5 mil laut. Pencarian dilakukan bersama unsur TNI AL, Polairud, BPBD, dan nelayan setempat, namun hingga sore hari belum ditemukan tanda keberadaan korban. Operasi dihentikan sementara akibat gelombang tinggi.

Pencarian dilanjutkan pada Jumat (31/10/2025) dan Sabtu (1/11/2025) dengan area yang diperluas hingga 24 mil laut, menyisir rute laut, muara sungai, hingga sekitar Pulau Mundu. 

Baca juga: Kantor SAR Lampung Antisipasi Potensi Gempa Megathrust, Susun Rencana Kontingensi SAR

Selain metode surface search menggunakan RIB 02 Lampung, tim juga berkoordinasi dengan nelayan yang melintas di sekitar area pencarian apabila melihat tanda tanda korban dapat melaporkan ke tim SAR gabungan.

Pada hari ketiga, tim SAR mendapatkan laporan temuan jaring ikan yang diduga milik korban, namun setelah penyisiran lanjutan, hasil tetap nihil. Cuaca selama operasi terpantau cukup kondusif dengan gelombang maksimal 0,5 meter.

Unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Pos TNI-AL Labuhan Maringgai, BPBD Lampung Timur, Nelayan dan keluarga korban.

Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, menyampaikan bahwa operasi akan terus dilanjutkan sesuai standar pencarian Basarnas.

“Kami masih melakukan penyisiran secara menyeluruh baik di sungai, pesisir maupun perairan laut. Koordinasi dengan potensi SAR dan nelayan tetap diperluas untuk mempercepat temuan. Operasi akan berlanjut ke hari ke-4,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU