Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 14:22 WIB

Lampung Luncurkan Program Bank Sampah Sekolah, Siswa Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Author

Launching program bank sampah sekolah di Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Bank Sampah Sekolah SMA/SMK, di GSG SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025).

Peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan dihadiri Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, Perwakilan Pimpinan Perbankan, Ketua Yayasan Rumah Kita, Ketua Forum CSR Provinsi Lampung, Kepala SMA/SMK Negeri di Kota Bandar Lampung, serta ratusan siswa-siswi SMA/SMK Negeri di Kota Bandar Lampung.

Wagub Lampung, Jihan Nurlela mengatakan pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar program pemerintah. 

Dia menyatakan di Provinsi Lampung volume sampah mencapai 720 ribu ton per tahun, sementara di Kota Bandar Lampung sendiri menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari.

Jika dihitung dari seluruh sekolah SMA/SMK di Bandar Lampung, sampah yang dihasilkan per hari bisa mencapai 31 ton.

“Bisa dibayangkan, kalau sampah di sekolah saja bisa selesai dikelola, betapa banyak sampah yang tidak lagi menumpuk di TPA. Ini pekerjaan besar yang menjadi kewajiban kita semua, bukan hanya pemerintah,” kata Jihan.

Baca juga: Lampung Berbenah Terkait Pengelolaan Sampah, Dari Open Dumping Menuju Sanitary Landfill

Jihan juga mengingatkan persoalan sampah plastik memiliki dampak panjang, mulai dari mencemari laut, merusak ekosistem, hingga menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan manusia.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menekankan Bank Sampah memiliki tiga manfaat besar, yaitu manfaat ekonomi, pembentukan karakter, dan kesadaran lingkungan.

"Mengelola sampah memberikan manfaat ekonomi, melatih disiplin dan tanggung jawab, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan melalui konsep 3R: reduce, reuse, dan recycle,” ungkapnya.

Otto berharap nilai-nilai tersebut bisa tertanam kuat pada siswa, sehingga ketika lulus dan terjun ke dunia usaha maupun masyarakat, mereka tetap membawa kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Lampung Buka Peluang Terapkan Teknologi Pemusnah Sampah Ramah Lingkungan Bernama AutoThermix

Sebagai bentuk dukungan nyata, acara diisi dengan penyerahan simbolis kerja sama dan tabungan simple dari perbankan kepada siswa, di antaranya PT BRI kepada SMA Negeri 2 Bandar Lampung, PT BNI KC Tanjung Karang kepada SMKN 1 Bandar Lampung, PT Bank Mandiri Area Lampung kepada SMA Negeri 9 Bandar Lampung, PT BSI Area Lampung kepada SMA Negeri 1 Bandar Lampung, serta PT BPD Lampung kepada SMK Negeri 4 Bandar Lampung.

Program bank sampah ini memungkinkan siswa menabung sampah yang sudah dipilah, seperti kertas, plastik, logam, dan kaca. 

Sampah yang disetorkan akan ditimbang, dicatat, lalu nilainya dikonversi menjadi saldo tabungan yang bisa diuangkan atau diakses secara cashless melalui QRIS.

Dengan hadirnya program Bank Sampah Sekolah, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbentuknya ekosistem pendidikan berbasis lingkungan hidup yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi nilai tambah secara ekonomi bagi siswa dan sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU