LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung berupaya mengembangkan literasi digital pada dunia pendidikan melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi para tenaga pendidik.
Hal ini dilakukan agar guru bisa mengikuti perkembangan digital. Pemprov lewat program AI Goes to School menggelar pelatihan di Aula SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025).
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka kegiatan yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Lampung.
Jihan menyampaikan apresiasinya kepada Mafindo yang telah memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.
Menurut Jihan, dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi disrupsi teknologi yang luar biasa cepat. Oleh karena itu, guru tidak hanya dituntut mengajar sesuai kurikulum, tetapi juga harus terus belajar agar tidak tertinggal dengan siswanya.
"Jadi memang betul sebagai guru itu prinsipnya Long Live learner, jadi seumur hidup kita itu akan kita dedikasikan untuk terus belajar, karena ilmu pengetahuan itu akan terus update, ilmu pengetahuan itu akan terus berkembang," kata Jihan.
Baca juga: UIN Raden Intan Kukuhkan 298 Guru Profesional PPG Pendidikan Agama Islam
Guru diharapkan menjadi pembelajar sepanjang hayat (Long Life Learner). Ilmu pengetahuan terus berkembang, dan AI hadir sebagai mitra yang dapat membuat proses belajar lebih efektif dan efisien.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dapat diaplikasikan pada berbagai mata pelajaran, termasuk bahasa Inggris, di mana siswa dapat berlatih percakapan secara mandiri melalui aplikasi berbasis AI, sementara guru berperan sebagai pembimbing dan pengawas.
Jihan menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi profesi guru, melainkan alat bantu yang dapat menunjang proses pembelajaran.
Dengan teknologi ini, guru dapat mengelola kelas dengan lebih efektif, meningkatkan kualitas interaksi dengan siswa, serta mempercepat pencapaian tujuan belajar.
"Perkembangan teknologi hari ini jangan menjadi penghalang, tetapi penunjang. Kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar siswa kita tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga melek teknologi," ujarnya.
Selain itu, Pemprov Lampung juga tengah mendorong implementasi kurikulum baru yang meliputi pengenalan coding dan berbagai keterampilan digital lainnya untuk mencetak generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
"Jadi mari kita buktikan bahwa Lampung memiliki ragam kekayaan termasuk ragam kekayaan ilmu yang bisa kita ajarkan kepada anak didik kita, kita enggak boleh lagi ketinggalan dengan daerah-daerah lain, kita buktikan anak didik kita yang ada di sekolah-sekolah ini bisa menjadi Sumber Daya yang berdaya saing seperti visi yang dipunyai oleh Bapak Gubernur Lampung," jelasnya.
Plt. Koordinator Wilayah Mafindo Lampung, Yoga Pratama, menyampaikan bahwa program AI Goes to School merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dengan dukungan Google.org dan ASEAN Foundation.
"Selain Lampung, program ini juga dilaksanakan di Aceh, Padang, dan Bengkulu. Ke depan, kami akan memperluas ke Riau dan daerah lainnya dengan skala yang lebih besar. Tujuan kami adalah memperkuat literasi digital tidak hanya di kalangan guru, tetapi juga mahasiswa dan orang tua," ungkap Yoga.
Yoga juga menyebutkan kegiatan ini menghadirkan dua trainer nasional, yaitu Desta Ardiansyah dan Arif Nurul Aziz, yang memberikan materi terkait pemanfaatan AI di dunia pendidikan.
Baca juga: Siswa SD Panjat Tiang Bendera Kembali Dapat Pujian, Kajati Lampung Hadiahi Laptop
Kepala SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Hendra Putra, menyampaikan rasa bangganya karena sekolah yang dipimpinnya menjadi tuan rumah acara ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi di era digital.
"Kegiatan ini sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informatika di masa depan. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam penggunaan teknologi," ujar Hendra.
Pemprov Lampung berkomitmen untuk mengintegrasikan literasi digital dan pemanfaatan AI ke dalam dunia pendidikan secara merata.
Upaya ini sejalan dengan visi Gubernur Lampung untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan