Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 18:15 WIB

Pelatihan Kader Nasional PMII Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Desaku Maju di Lampung

Author

Pelatihan kader nasional PMII di Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat program ketahanan pangan dan mengembangkan Program Desaku Maju yang berfokus pada penguatan ekosistem pertanian di desa, mulai dari penyediaan pupuk organik cair, pembangunan jalan lingkungan dan irigasi, pelatihan vokasi pertanian, hingga pemasangan fasilitas pengering di desa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Nasional (PKN) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke XIX, di Gedung Sai Batin, Bandar Lampung.

Menurut Jihan, Program Desaku Maju diharapkan dapat memastikan proses hilirisasi produk pertanian dilakukan di desa sehingga petani mendapatkan nilai tambah maksimal dan ekonomi desa bergerak lebih maju.

Wagub Jihan menegaskan harapannya untuk partisipasi aktif dari para kader PMII dalam memberikan edukasi masyarakat luas tentang pentingnya ketahanan pangan lokal dan juga aktif sebagai motor penggerak dalam meregenerasi petani yang modern.

“Sehingga apabila edukasi dan literasi tentang pentingnya pangan bisa terdistribusi dikalangan masyarakat dengan baik, maka diharapkan kuncinya akan terwujud yaitu kedaulatan pangan adalah kedaulatan nasional, kemananan pangan adalah kemananan negeri dan kemandirian pangan adalah kemandirian bangsa,” kata Jihan, Rabu (13/8/2025).

Baca juga: Provinsi Lampung Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kader Nasional PMII, Usung Kolaborasi Pemuda, Budaya Lokal dan Pengembangan Desa

Jihan juga turut memaparkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang menyentuh tiga aspek penting kehidupan, yakni kebutuhan pokok, harga, dan distribusi pendapatan.

Gangguan pada salah satu aspek ini, lanjutnya, akan berdampak berantai terhadap sektor-sektor lainnya, termasuk kestabilan ekonomi dan keamanan nasional.

Ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan saat ini menghadapi tantangan serius, baik di tingkat global maupun daerah.

Ancaman tersebut antara lain berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi, keterbatasan infrastruktur pasca panen, fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga rendahnya minat generasi muda menjadi petani.

“Di Lampung saja, kita masih kekurangan sekitar 900 unit alat mesin pertanian. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kualitas dan nilai jual hasil panen akan tertekan,” ucapnya.

Baca juga: Pemprov Lampung Bahas Pelepasan Aset Lahan Seluas 170 Hektare di Kawasan Itera

Wagub Jihan juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan dengan mengoptimalkan potensi komoditas lokal seperti ubi kayu, jagung, pisang, kopi, dan nanas.

Diversifikasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada beras sekaligus membuka peluang ekspor komoditas unggulan Lampung.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat untuk memastikan ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berpihak pada petani,” pungkasnya.

Kegiatan PKN PMII ke-XIX ini menjadi momentum penting bagi generasi muda, khususnya kader PMII, untuk mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan pangan di masa depan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan upaya menjaga kedaulatan pangan akan semakin kuat, tidak hanya untuk Provinsi Lampung, tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU