Rabu, 16 JULI 2025 • 13:35 WIB

Lembah Suhita Lampung Didorong Jadi Destinasi Eduwisata

Author

Prodi Pariwisata Itera Lampung menginisiasi penguatan branding Lembah Suhita jadi destinasi eduwisata. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Destinasi wisata Lembah Suhita yang berada di Batu Putu, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung didorong menjadi destinasi eduwisata.

Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) menginisiasi penguatan branding dan sinergi antar stakeholder pariwisata dalam pengembangan kawasan eduwisata Lembah Suhita.

Inisiatif ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Brand dan Sinergi Lembah Suhita dalam Membangun Kolaborasi dengan Para Stakeholder Pariwisata se-Provinsi Lampung” yang digelar di kawasan Lembah Suhita, Bandar Lampung, baru-baru ini.

FGD ini menghadirkan beragam pihak, mulai dari akademisi, pelaku usaha pariwisata, komunitas pendidikan, hingga pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Pariwisata Itera dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis edukasi, konservasi, dan pertanian terpadu.

Dosen Prodi Pariwisata Itera, Rahmattulah Harianja, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi Lembah Suhita sebagai destinasi unggulan special interest tourism di Lampung.

"Kami berupaya membangun kolaborasi multipihak untuk mendukung Lembah Suhita menjadi ikon wisata berkelanjutan berbasis regenerasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Rahmattulah, Rabu (16/7/2025).

Baca juga: Kementerian Pariwisata Puji Gelaran Festival Krakatau 2025, Lampung Dinilai Kaya Akan Keragaman Budaya dan Pariwisata

Dalam diskusi, para peserta menyampaikan sejumlah strategi penting, seperti penguatan narasi destinasi, peningkatan kapasitas SDM untuk pelayanan wisata edukatif, serta pengembangan promosi digital dan jejaring distribusi produk wisata.

Selain diskusi, turut diselenggarakan pelatihan intensif terkait pemanduan wisata (guiding), storytelling konservasi lebah, serta manajemen destinasi bagi pengelola kawasan.

Para peserta juga menyampaikan sejumlah strategi penting, seperti penguatan narasi destinasi, peningkatan kapasitas SDM untuk pelayanan wisata edukatif, serta pengembangan promosi digital dan jejaring distribusi produk wisata.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, terbentuk tiga prototipe paket wisata edukatif hasil kolaborasi dengan mitra agen perjalanan dan komunitas pendidikan.

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Bertemu Gubernur, Bahas Pendidikan, Persoalan Sampah hingga Pariwisata

Selain itu, forum micro-investment berhasil mempertemukan Lembah Suhita dengan pelaku UMKM dan calon investor lokal yang mendukung pengadaan fasilitas wisata seperti Rumah Lebah dan workshop konservasi.

Untuk memperkuat promosi, tim juga mulai menggencarkan pembuatan materi visual dan digital yang menekankan semangat regeneratif dan kearifan lokal.

Upaya ini diharapkan meningkatkan minat kunjungan wisatawan dan memperluas jangkauan pasar Lembah Suhita.

“Melalui sinergi yang terbangun lintas sektor, kami optimistis Lembah Suhita dapat berperan sebagai model pengembangan destinasi wisata konservasi yang inklusif dan berdaya saing global,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU