Minggu, 06 JULI 2025 • 11:09 WIB

Mengenal 12 Tupping Keratuan Darah Putih di Lampung Selatan, Warisan Budaya Leluhur Pahlawan Radin Inten II

Author

Salah satu Tupping (topeng) yang ditampilkan Kabupaten Lampung Selatan. (Elhan)

LAMPUNG - Provinsi Lampung memiliki adat budaya penggunaan topeng sebagai warisan budaya leluhur.

Salah satunya di Lampung Selatan yang memiliki budaya topeng atau dikenal dengan istilah Tupping.

Dalam gelaran Festival Krakatau 2025 di Lapangan Korpri, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (5/7/2025), Kabupaten Lampung Selatan menghadirkan 12 Tupping yang merupakan tradisi Keratuan Darah Putih.

Budayawan Lampung Selatan, Ridwan, mengatakan 12 tupping tersebut merupakan prajurit Pahlawan asal Lampung yakni Radin Inten II saat melawan penjajah Belanda.

"Dahulunya Tupping 12 wajah ini adalah prajurit Radin Inten II yang bertugas di 12 titik dari Selat Sunda sampai Tanjung Cina, Kota Agung," kata Ridwan saat diwawancarai.

Baca juga: Festival Krakatau 2025 di Lampung, Ada Penampilan Karnaval Topeng Menarik Perhatian!

Ridwan menjelaskan pada saat melawan penjajah Belanda, 12 Tupping itu bertugas sebagai mata-mata, dengan menggunakan Tupping atau topeng supaya penyamaran mereka tidak diketahui lawan.

"Mereka juga memakai daun-daunan agar mereka bisa berkamuflase ketika masuk ke hutan," jelasnya.

Menurutnya, 12 Tupping yang ditampilkan sebagai bentuk warisan budaya yang melambangkan keagungan, kekuatan, patriotisme dan spiritualitas.

Tupping merupakan warisan budaya Lampung Selatan. (Elhan)

Dia menjelaskan penampilan 12 Tupping ini juga tidak sembarangan, bahkan orang yang menampilkan Tupping tersebut harus memiliki ritual khusus. 

"Tupping ini tidak sembarangan ditampilkan karena hanya ditampilkan 30 tahun sekali untuk acara Keratuan Darah Putih saja, tetapi kali ini kami sudah izin dan kami perkenalkan kepada masyarakat," ucapnya.

12 Tupping yang ditampilkan ini di antaranya, Tupping Ikhung Tebak bertugas di Gunung Rajabasa, Tupping Ikhung Cungak bertugas di Tanjung Tua, Tupping Luakh Takhing bertugas dari keratuan sampai matahari terbenam, Tupping Jangut Khawing bertugas di Way Sekampung, Tupping Banguk Khabit bertugas di Gunung Cukih Selat Sunda.

Baca juga: Kementerian Pariwisata Puji Gelaran Festival Krakatau 2025, Lampung Dinilai Kaya Akan Keragaman Budaya dan Pariwisata

Lalu, Tupping Banguk Bekhak bertugas di Kekiling Gunung, Tupping Banguk Kicut bertugas di Gunung Karang, Tupping Mata Sipit bertugas di Batu Payung, Tupping Pudak Bebai bertugas di Tanjung Selaki.

Kemudian, Tupping Mata Kedugok bertugas di anjak Kekhatuan Tugok Matakhani Minjak, Tupping Mata Kicong bertugas di Tugu Lima, dan Tupping Ikhung Pisek bertugas di Sumur Kucing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU