Lomba kreasi sambal khas Lampung yakni Seruit. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Provinsi Lampung memiliki salah satu kuliner khasnya yakni Sambal Seruit. Sambal ini merupakan hasil perpaduan antara tempoyak durian, sambal terasi dan ikan (bakar atau goreng) serta lalapan.
Lewat Festival Krakatau 2025, Pemerintah Provinsi Lampung memperkenalkan Seruit melalui perlombaan Sambal Uleg Seruit Lampung.
Lomba kreasi ini dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari di Lapangan Korpri, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (5/7/2025).
Purnama Wulan Sari, mengatakan Festival Seruit merupakan bagian dari warisan budaya kuliner khas Lampung yang sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dari Provinsi Lampung.
Baca juga: Festival Krakatau 2025 di Lampung, Ada Penampilan Karnaval Topeng Menarik Perhatian!
Kuliner khas ini memiliki makna lebih dari sekadar makanan, seruit juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong dan identitas masyarakat Lampung.
"Mengapa di seruit ini ada simbol kebersamaan dan gotong royong? Karena membuat Seruit ini dilakukan bersama-sama makannya juga sama-sama," kata Wulan Sari.
Istri Gubernur Lampung ini berharap Festival Seruit ini mampu menjadi ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif di sektor kuliner dan masyarakat Lampung pada umumnya.
"Saya berharap, lomba ini dapat mendorong munculnya produk-produk sambel uleg seruit yang siap bersaing, baik dipasar lokal maupun nasional," ucapnya.
Festival Seruit diikuti berbagai kalangan dengan antusias, mulai dari pelaku UMKM, masyarakat umum hingga pelajar SMA dan SMK se Provinsi Lampung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan