Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 APRIL 2026 • 18:07 WIB

Cegah Kecurangan, Unila Terapkan 5 Lapis Pengamanan UTBK 2026: Dari Metal Detector hingga Enkripsi Soal

Cegah Kecurangan, Unila Terapkan 5 Lapis Pengamanan UTBK 2026: Dari Metal Detector hingga Enkripsi SoalPara peserta tampak serius mengikuti UTBK di Universitas Lampung. (Universitas Lampung)

LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) terus memperketat pengamanan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 melalui sistem berlapis yang memadukan skrining fisik, penguncian sistem komputer, enkripsi soal, pengawasan ruang, dan koordinasi lintas panitia, untuk menutup celah kecurangan sejak peserta memasuki lokasi ujian hingga seluruh data ujian selesai diproses.

Tak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik di pintu masuk, Unila juga menerapkan pengamanan berbasis sistem melalui penggunaan ‘UTBK OS’, yakni sistem operasi khusus dari panitia pusat yang membuat komputer peserta hanya dapat menjalankan aplikasi ujian.

Kepala UPA TIK Unila, Mardiana, menjelaskan pengamanan UTBK tahun ini dimulai dari lapis pertama berupa skrining menggunakan metal detector, pemeriksaan manual oleh petugas, hingga pembatasan ketat terhadap barang bawaan peserta.

Tas peserta diwajibkan dijinjing, bukan diselempangkan, agar tangan tidak leluasa menjangkau barang yang dibawa.

Sementara perangkat komunikasi dan elektronik dibatasi, sedangkan telepon genggam yang masih dibawa peserta harus dalam kondisi mati dan langsung diletakkan di tempat yang telah disediakan sehingga tidak bisa diakses selama ujian berlangsung.

Baca juga: UTBK-SNBT 2026 di Unila Dimulai, Hari Pertama Berjalan Tertib dan Kondusif

Menurut Mardiana, pengamanan di dalam ruang ujian juga diperkuat dengan pengawasan langsung oleh petugas. Meski seluruh ruangan telah dilengkapi CCTV, beberapa kamera sengaja dimatikan apabila mengarah ke layar komputer peserta karena hal itu tidak diperbolehkan dalam aturan.

Sebagai gantinya, pengawasan dilakukan lebih ketat oleh pengawas ruangan dengan rasio satu pengawas untuk 10 peserta. Skema ini dinilai cukup efektif untuk memastikan setiap peserta terpantau tanpa mengganggu jalannya ujian.

Inovasi paling menonjol dalam pelaksanaan UTBK di Unila tahun ini adalah penggunaan ‘UTBK OS’ yang menggantikan sistem sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun lalu pengamanan perangkat mengandalkan aplikasi Safe Exam Browser, kini komputer peserta langsung dijalankan dengan sistem operasi khusus dari panitia pusat yang dimuat melalui flashdisk di masing-masing perangkat.

"Jadi tidak ada aplikasi apa pun yang bisa berjalan selain dari OS tersebut,” ujar Mardiana, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: UTBK SNBT 2026 di Itera Dipastikan Berjalan Tertib, Diawasi Ratusan Pengawas

Dengan sistem ini, komputer peserta tidak dapat mengakses internet, Wi-Fi, maupun aplikasi lain di luar aplikasi ujian dan hanya terhubung melalui jaringan LAN yang telah disiapkan panitia.

Pengamanan juga diterapkan pada distribusi dan pengelolaan soal. Mardiana menegaskan, soal UTBK telah dienkripsi dari pusat dan hanya bisa dibuka menggunakan token pada waktu yang sudah ditentukan. Token yang sudah diterima panitia tidak bisa dipakai lebih awal sebelum sesi dimulai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cegah Kecurangan, Unila Terapkan 5 Lapis Pengamanan UTBK 2026: Dari Metal Detector hingga Enkripsi Soal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!