LAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerima kunjungan delegasi Griffith University, Australia, bersama SUN Education Lampung dalam rangka penjajakan kerja sama internasional, Kamis, 2 April 2026, di Gedung A Itera.
Pertemuan ini menjadi langkah untuk memperluas jejaring kemitraan global guna mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi yang dibangun. Ia menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi lintas negara untuk membuka peluang pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, latar belakang Rektor yang pernah menempuh pendidikan di Australia menjadi nilai tambah dalam mempererat koneksi antarnegara dan membangun komunikasi yang lebih efektif.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Griffith University, Dony Vernianto, menjelaskan diskusi difokuskan pada eksplorasi peluang kolaborasi, baik dalam skala kecil maupun besar.
Baca juga: Itera Buka 3.156 Kuota SNBT 2026, 60 Persen dari Total Penerimaan, Pendaftaran Ditutup 7 April
Beberapa bidang yang menjadi perhatian bersama di antaranya adalah manajemen kebencanaan dan isu lingkungan. SUN Education Group turut berperan sebagai mitra pendukung yang memberikan asistensi serta menjembatani implementasi kerja sama di tingkat lokal, khususnya di Lampung.
Kedua institusi juga menemukan kesamaan visi dalam pengembangan kampus berbasis keberlanjutan. Griffith University yang berbasis di Brisbane, Queensland, dikenal dengan lingkungan pendidikan beriklim subtropis dan pendekatan kampus masa depan yang mengedepankan sustainability.
“Hal ini sejalan dengan arah pengembangan Itera yang mengintegrasikan isu-isu lingkungan dalam kurikulum, didukung fasilitas pembelajaran terpadu seperti kebun raya, serta penguatan kelembagaan berbasis tridarma,” kata Nyoman.
Baca juga: Itera Terima 2.142 Mahasiswa Baru Lewat SNBP, Didominasi dari Lampung 47,25 Persen
Sebagai tindak lanjut, Itera telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan internal, mulai dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), fakultas, hingga tim kerja terkait, untuk membahas aspek substansi dan administrasi kerja sama.
Rektor Itera berharap kerja sama yang terbangun tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan potensi daerah Lampung melalui program studi pionir Itera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan