Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah mahasiswi Unila yang hanyut. (Basarnas Lampung)
LAMPUNG – Dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut terseret arus di sungai kawasan wisata Wira Garden, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, pada Rabu (1/4/2026) kemarin, ditemukan meninggal dunia, Kamis (2/4/2026) siang.
Kedua korban bernama Fatmawati (23) dan Bunga (23) ditemukan Tim SAR gabungan di Pulau Pasaran, Bandar Lampung atau berjarak 7,64 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Tim SAR gabungan langsung membawa kedua jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Sebelumnya diketahui, dua orang mahasiswi pengunjung Wira Garden dilaporkan hilang setelah terseret arus di Sungai Batu Putu, kawasan Wira Garden, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Lampung
Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Dantim Rescue Santosa, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 13.05 WIB saat empat orang tengah bermain di sungai, namun tiba-tiba debit air meningkat drastis sehingga menyeret seluruh korban.
“Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dalam pencarian,” kata dia dalam keterangannya, Rabu kemarin.
Dia menjelaskan operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik mulai dari Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang.
“Penyisiran dilakukan hingga radius kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkarmat, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) dan masyarakat setempat,” jelasnya.
Baca juga: Kodam XXI/Radin Inten Gelar Sholat Ghaib untuk Prajurit yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Namun hingga Rabu malam sekitar pukul 19.33 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian dan melanjutkan kembali pada Kamis (2/4/2026) pagi sesuai rencana operasi hari kedua.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan