Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 11:56 WIB

Laka Lantas di Lampung Turun 16 Persen saat Operasi Ketupat, Namun Jumlah Korban Meninggal Naik

Laka Lantas di Lampung Turun 16 Persen saat Operasi Ketupat, Namun Jumlah Korban Meninggal NaikKabid Humas Polda Lampung saat memberikan keterangan. (Polda Lampung)

LAMPUNG - Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat tren positif dalam penanganan arus mudik dan balik selama Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026.

Angka kecelakaan lalu lintas di Bumi Ruwa Jurai mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Berdasarkan data akumulasi sejak 13 hingga 25 Maret 2026, jumlah kejadian kecelakaan tercatat sebanyak 54 kasus, turun 16 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 64 kejadian.

Penurunan ini juga diikuti dengan berkurangnya jumlah korban luka ringan dari 75 orang menjadi 46 orang, serta korban luka berat yang turun dari 63 orang menjadi 57 orang.

Namun, fatalitas korban meninggal dunia mengalami kenaikan dari 11 jiwa menjadi 13 jiwa.

Baca juga: 268 Peserta Daftar Polri di Lampung Utara, Bintara PTU SPKT Paling Diminati

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan penurunan ini merupakan hasil dari strategi matang di lapangan.

"Kejadian laka lantas selama Operasi Ketupat turun 16 persen. Di tahun 2025 berjumlah 64, sedangkan tahun 2026 ini tercatat hanya 54. Terjadi penurunan yang sangat drastis," kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun dalam keterangannya.

Yuni menjelaskan wilayah Lampung Tengah menjadi titik dengan angka kecelakaan tertinggi, yakni 14 kejadian yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Hal ini dipicu oleh posisi Lampung Tengah sebagai jalur lintas utama bagi pemudik, baik dari arah Jakarta maupun Sumatera Selatan. Kecerobohan pengemudi dalam menjaga jarak aman dan saat menyalip masih menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di jalur tersebut.

Baca juga: Tips Aman Berkendara saat Mudik dari Polda Lampung: Cek Rem, Ban, Lampu, dan Bawa Dokumen

Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini tidak lepas dari pengawasan real-time yang dilakukan pihak kepolisian.

"Setiap jam Kasatlantas harus melakukan live report untuk melaporkan perkembangan situasi di titik-titik kepadatan pengemudi kendaraan," tegas Yuni.

Selain itu, Ditlantas Polda Lampung juga mengerahkan Satgas Kamseltibcarlantas untuk memberikan imbauan langsung serta meluncurkan inovasi digital melalui aplikasi Siger Lampung Presisi agar masyarakat dapat memantau titik keramaian secara mandiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Laka Lantas di Lampung Turun 16 Persen saat Operasi Ketupat, Namun Jumlah Korban Meninggal Naik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!