LAMPUNG - PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama PT Hakaaston (HKA) mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tol selama bulan Ramadan 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap potensi aktivitas anak-anak, remaja, maupun oknum tidak bertanggung jawab yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sosialisasi dilakukan secara langsung melalui pertemuan dengan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kunjungan ke tempat-tempat ramai seperti overpass jalan tol yang ada di sekitar pemukiman warga.
Petugas menjelaskan tentang bahaya beraktivitas di sekitar jalan tol dan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama pada sore dan malam hari.
Project Manager Ruas Tol Bakauheni Terbanggi Besar, Riadiano Muhammad, mengatakan selama Ramadan, terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung awal Maret 2026: Hujan Disertai Petir Berpotensi di 7 Wilayah Ini
Menjelang waktu berbuka puasa dan selepas salat tarawih, mobilitas warga meningkat. Dalam beberapa hari terakhir terlihat aktivitas remaja seperti bermain di area luar bahu jalan tol, berkumpul di area overpass, underpass dan juga jembatan penyeberangan orang.
“Kami ingin memastikan bahwa selama Ramadan dan arus mudik dan balik bahkan seterusnya tidak ada aktivitas di sekitar tol yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” kata Riadiano Muhammad, Minggu, (1/3/2026).
Dia menjelaskan pengelola Tol Bakter juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, personel Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung, Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI AD Korem 043/Gatam serta pemerintah daerah untuk memperkuat pengamanan selama periode Ramadan.
“Patroli dari tim Layanan Jalan Tol (LJT) juga rutin akan ditingkatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan, termasuk area pemukiman yang berdekatan dengan pagar tol, underpass, overpass dan juga JPO,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Tambah Dua SPBU Baru di KM 20 A dan KM 49 B
Manager Area Tol Bakter, Andri Pandiko, menambahkan sosialisasi yang dilakukan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa jalan tol merupakan objek vital nasional yang harus dijaga bersama.
“Masyarakat juga kami imbau untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan, perusakan pagar tol, pelemparan atau tindakan lain yang berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas. Sinergi antara pengelola, aparat keamanan, dan warga sekitar diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif,” jelas Andri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan