LAMPUNG - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menindaklanjuti persoalan banjir yang sempat merendam kawasan di bawah Flyover Natar, Lampung Selatan. Pada Sabtu (17/1/2026) lalu, Bupati Egi telah meninjau langsung lokasi tersebut.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas banjir yang sempat merendam kawasan tersebut dan mengganggu aktivitas masyarakat selama hampir lima hari.
Diketahui, banjir terjadi pada 10 Januari 2026 akibat tersumbatnya aliran air menuju sungai, sehingga menyebabkan genangan cukup tinggi dan bertahan lama di bawah Fly Over Natar. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di salah satu jalur strategis tersebut.
Baca juga: Embung Kemiling Diresmikan, Solusi Banjir dan Jadi Ruang Publik Baru
Bupati Egi menjelaskan penanganan cepat harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Normalisasi gorong-gorong menjadi langkah awal yang krusial untuk memulihkan aliran air yang selama ini tersumbat.
“Alhamdulillah, langkah cepat sudah dilakukan oleh Dinas PUPR. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR, camat, dan kepala desa yang telah bergerak cepat,” kata Bupati Egi.
Ia menegaskan penanganan yang saat ini dilakukan bersifat darurat, namun pemerintah daerah tidak berhenti pada solusi sementara.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan langkah lanjutan berupa penanganan permanen untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.
“Insya Allah ini bukan penanganan sementara saja. Hari ini kami lakukan secara darurat, dan ke depan sudah ada solusi permanen agar masalah banjir ini tidak kembali terjadi,” jelasnya.
Baca juga: BPBD Lampung Peringatkan Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem
Menurutnya, normalisasi gorong-gorong dan perbaikan sistem drainase menjadi kunci penting untuk mencegah genangan berulang, sekaligus menjaga fungsi infrastruktur di sekitar Flyover Natar agar tetap optimal.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia menekankan keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian bersama.
“Setelah pekerjaan ini selesai, mari kita jaga bersama. Jangan buang sampah sembarangan. Kepedulian lingkungan adalah kunci agar upaya pemerintah ini memberi dampak jangka panjang,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan