Babinsa 21 Cup Krapsi di Lampung. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya dalam memajukan infrastruktur olahraga, khususnya cabang olahraga renang.
Hal tersebut disampaikan Sekda Lampung, Marindo Kurniawan, saat menghadiri penutupan Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) Babinsa 21 Cup dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD 2025, di Kolam Renang Pahoman.
Marindo menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung telah memiliki desain perencanaan matang untuk peningkatan infrastruktur olahraga. Kendati demikian, realisasi pembangunan akan tetap menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah dan prinsip efisiensi anggaran.
"Kita punya desain perencanaan untuk meningkatkan infrastruktur olahraga. Namun, semuanya kembali kepada kemampuan keuangan daerah. Dengan fiskal yang terbatas, kita harus bijak dan melakukan penyesuaian. Bukan tidak dilaksanakan, tetapi kita pilih mana yang sangat prioritas untuk didahulukan," kata Marindo.
Baca juga: Cabor Renang Lampung Persembahkan Medali Perak di Pornas Korpri XVII
Menyiasati keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Marindo mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan menerapkan strategi kolaboratif.
Pihaknya tidak hanya akan bertumpu pada APBD, melainkan juga mengoptimalkan sumber pendanaan lain, termasuk pengajuan ke APBN serta pelibatan pihak swasta melalui dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
"Rencana tahun depan sudah ada dan akan kita bahas bersama DPRD untuk mengkalkulasi kembali kemampuan keuangan. Namun, pembangunan tidak harus selalu mengandalkan APBD. Kita bisa berkolaborasi, mengajukan usulan ke APBN, serta bersinergi dengan semua pihak melalui dana CSR olahraga," jelasnya.
Sekdaprov kemudian menyoroti potensi besar cabang olahraga renang di Lampung. Menurutnya, renang merupakan cabang strategis dengan banyak nomor pertandingan yang berpotensi menjadi lumbung medali emas.
Baca juga: Lampung Kembali Raih Medali Perunggu dari Cabang Renang di Pornas Korpri XVII 2025
Tingginya animo masyarakat yang terlihat pada kejuaraan Babinsa 21 Cup menjadi indikator bahwa pembinaan atlet dan dukungan infrastruktur harus berjalan beriringan.
"Potensi olahraga ini di Lampung cukup menjanjikan. Oleh karenanya, harus disentuh dengan baik dari sisi atlet maupun infrastrukturnya. Jika atletnya potensial, maka infrastruktur pendukungnya harus kita siapkan," jelasnya.
Terkait fasilitas, Sekdaprov menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur renang tidak boleh hanya terpusat di satu lokasi.
Ia mendorong pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, seperti kolam renang berstandar internasional di Universitas Lampung (Unila), serta membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengembangan fasilitas di daerah lain di luar Bandar Lampung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan