LAMPUNG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas komitmennya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan saat meninjau Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 di Graha Wangsa, Bandar Lampung.
Kunjungan Menteri Kebudayaan turut didampingi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.
Mengusung tema “Merajut Tradisi Menenun Inovasi”, Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 menjadi ajang promosi kerajinan unggulan Lampung sekaligus sarana memperluas pasar UMKM ke tingkat nasional bahkan global.
Ratusan produk kriya, mulai dari tenun tapis, aksesori, hingga fashion berbahan lokal dipamerkan oleh para pelaku industri kreatif dari berbagai kabupaten/kota.
Baca juga: Kriya Jemari 2025: Lampung Angkat Wastra & UMKM ke Level Nasional dan Internasional
Dalam peninjauannya, Menteri Fadli Zon mengunjungi satu per satu stan peserta pameran dan berdialog langsung dengan para perajin. Dirinya pun turut menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pameran dan seluruh pelaku kriya yang terlibat.
Ia menilai kerajinan Lampung memiliki kekuatan budaya dan nilai ekonomi yang tinggi jika dikembangkan secara konsisten.
“Pameran kriya jemari ini membuktikan kekayaan warisan budaya, khususnya budaya Lampung. Kegiatan seperti ini perlu terus diperbanyak untuk mempromosikan budaya kita melalui tema merajut tradisi, menenun inovasi,” kata Fadli Zon, Sabtu (22/11/2025).
Fadli Zon menilai Lampung memiliki ragam kekayaan wastra yang sangat tinggi. Dengan 15 kabupaten/kota, Provinsi Lampung disebutnya memiliki motif, teknik, warna, serta keragaman kriya yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Baca juga: Lampung Akan Gelar Pameran Kerajinan "Kriya Jemari" 2025
Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan ke depan harus menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan industri budaya.
“Budaya harus menjadi aset nasional. Dengan budaya kita dapat melakukan promosi hingga diplomasi budaya. Terutama pada wastra yang kian berkembang dengan keterlibatan generasi muda,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menyinggung pentingnya membangun ekosistem wastra. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung pengusulan wastra lain, termasuk dari Lampung, agar diakui secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan