LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, membuka ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Mirza menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sebagai pilar utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, ini merupakan sebuah ruang diskusi yang dirancang bukan untuk sekadar berbicara formalitas, tetapi juga untuk mendengar dan tidak hanya sekedar ruang diskusi tetapi merupakan sebuah percepatan pembangunan.
“Acara ini kami selenggarakan sebagai ruang dialog yang hangat dan terbuka untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Dunia usaha adalah lokomotif ekonomi daerah, dan birokrasi harus menjadi mesin pendorong di belakangnya,” kata Mirza.
Baca juga: Akad Massal KUR bagi 800 Ribu Pelaku UMKM, Lampung Terima Alokasi Rp 919 Miliar
Dia menjelaskan selama delapan bulan terakhir, Pemprov Lampung fokus melakukan pembenahan birokrasi agar lebih pantas dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, reformasi birokrasi menjadi fondasi penting agar pemerintah mampu melayani dan memfasilitasi pelaku ekonomi.
“Birokrasi harus paham kebutuhan dunia usaha, yaitu daya saing. Tugas kami memastikan Lampung memiliki daya saing yang kuat melalui regulasi, pelayanan dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan,” jelasnya.
Dalam paparannya dia menegaskan tiga fokus utama pembangunan ekonomi daerah, yakni meningkatkan daya saing daerah dan dunia usaha, memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang berkeadilan.
“SDM adalah kunci utama daya saing. Saat ini Lampung berada di peringkat 26 nasional dalam kualitas SDM. Dengan 71 persen penduduk usia produktif, kami ingin memastikan tenaga kerja kita memiliki kompetensi yang mampu bersaing dan menunjang dunia usaha,” jelasnya.
Baca juga: Kejati Kolaborasi Bersama Pemkab Tanggamus Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa
Secara ekonomi, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung kini menempati posisi keempat tertinggi di Sumatera berdasarkan PDRB, dengan sektor pertanian sebagai penyumbang utama sebesar Rp150 triliun.
“Kita ingin meningkatkan hilirisasi hasil pertanian agar nilai tambahnya dinikmati di Lampung, bukan di luar daerah. Industri pengolahan singkong, gula, kopi, jagung, dan pisang akan terus kita dorong,” ungkapnya.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemprov Lampung berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor-sektor tersebut, sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: