Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 19:40 WIB

Pemprov Lampung Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha untuk Majukan Pertanian

Pemprov Lampung Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha untuk Majukan PertanianGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (tengah) saat memimpin rapat. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung melakukan pembahasan terkait optimalisasi peran perbankan dan dunia usaha dalam memajukan sektor pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Pemprov Lampung. 

Rapat dipimpin Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri jajaran perbankan, pelaku usaha, serta instansi terkait. 

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antar stakeholder dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pertanian serta meningkatkan nilai tambah sektor tersebut sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, mengatakan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung pada 2024 tercatat sebesar 26,21 persen, menurun dari 29,73 persen pada 2020.

Baca juga: Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pertanian dan Infrastruktur

Pertumbuhan sektor pertanian juga sempat berfluktuasi, dengan catatan positif di 2022, terkontraksi pada 2023 (-0,54 persen) dan 2024 (-2,09 persen), namun kembali tumbuh pada 2025 yakni 5,44 persen di Triwulan I dan 1,88 persen di Triwulan II.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada 2024 tercatat sebesar 128,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional 109,39 persen, menandakan daya beli petani relatif membaik.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. 

Pada Februari 2025, tercatat sebanyak 2,29 juta orang (46,96 persen) bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan peningkatan pekerja formal sebesar 1,9 persen poin menjadi 1,43 juta orang.

Anang juga menegaskan peran penting perbankan dalam pengembangan pembiayaan pertanian, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian, kredit mikro, kredit berbunga rendah, hingga pembiayaan mekanisasi pertanian seperti dryer, RMU, dan SILO. 

Baca juga: Alumni Itera Kembangkan Inovasi Alat Pengering Hasil Pertanian Portabel

Sementara itu, dunia usaha diharapkan aktif dalam kemitraan usaha tani melalui program CSR, contract farming, inti–plasma, investasi hilirisasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan teknologi modern seperti precision farming dan digitalisasi pertanian.

Pemprov Lampung terus mendorong program Desaku Maju yang berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, pemberdayaan usaha, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi desa melalui mekanisasi, hilirisasi, dan vokasi tematik. 

Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pertanian dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemprov Lampung Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha untuk Majukan Pertanian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!