Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 20:14 WIB

Panen Raya di Lampung Tengah Hasilkan 28.688 Ton Gabah Kering Panen

Panen Raya di Lampung Tengah Hasilkan 28.688 Ton Gabah Kering PanenGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat melakukan panen raya. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, serta Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Reda Manthovani, melakukan panen raya dan tanam bersama petani mitra Adhyaksa di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Panen Raya ini merupakan Musim Tanam (MT) kedua tahun ini yang dilakukan 142 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari 6.359 petani berpartisipasi dengan total luas lahan sawah mencapai 4.098 hektare.

Dari panen raya tersebut, petani berhasil memanen sebanyak 28.688 ton GKP. Selain panen, kegiatan ini juga menandai dimulainya MT ketiga dengan penanaman benih padi pada lahan seluas 2.000 hektare.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi Lampung dalam mendukung peningkatan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani melalui program Petani Mitra Adhyaksa.

Baca juga: Pemprov Lampung Bahas Optimalisasi Pendapatan Daerah dari Sumbangan Pihak Ketiga

Dalam program tersebut, dia mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dia juga mengapresiasi program ini yang turut mendampingi petani dari hulu hingga hilir, mulai dari pendampingan ketersediaan dan bantuan bibit hingga penyerapan harga gabah.

"Program ini sangat membantu kami, dan kami berterima kasih kepada Kejaksaan," kata Mirza, Jumat (15/8/2025).

Mirza juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan penetapan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Kita harus berkolaborasi dan bekerja sama dalam mengawal program Presiden Prabowo, yaitu harga gabah Rp6.500 per kilogram," ujarnya.

Baca juga: Lampung Terapkan Early Warning System untuk Tata Kelola Dana Desa

Mirza juga turut mendukung program kerja Petani Mitra Adhyaksa yang mencakup pendampingan dan edukasi hukum, perlindungan petani dari jeratan rentenir, serta pencegahan pungutan liar (pungli).

Ia berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Mari bersama-sama mendukung agar program ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia, dan diikuti oleh instansi lain. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Insya Allah, petani Lampung dapat semakin makmur," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Panen Raya di Lampung Tengah Hasilkan 28.688 Ton Gabah Kering Panen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!