Kerja sama pengembangan pusat logistik pangan di Lampung. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Komisaris PT Wahana Raharja dengan Group CEO World Food Hub untuk mengembangkan pusat logistik pangan halal di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Farm Fresh Industries ke Lampung, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Bandar Lampung, Rabu (13/8/2025).
Melalui MoU ini, PT Wahana Raharja dan World Food Hub akan membangun infrastruktur logistik terpadu yang akan memfasilitasi perdagangan pangan domestik dan internasional.
Mirza menyebutkan proyek ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri pangan halal serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Lampung.
Menurutnya, kerja sama ini juga selaras dengan program nasional dalam memperkuat daya saing produk halal Indonesia di pasar global.
"Dengan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera, pusat logistik ini diharapkan menjadi katalis penting dalam pengembangan rantai pasok halal yang efisien dan terintegrasi," kata Mirza dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).
Baca juga: Keren! Lampung Masuk Lima Wilayah Utama di Indonesia sebagai Target Swasembada Pangan
Gubernur Mirza menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan kesiapan Lampung untuk menjadi lokomotif pengembangan industri pangan halal di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas untuk produk-produk halal asal Lampung.
"Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk menjadikan Lampung sebagai kawasan ekonomi khusus halal. Bukan hanya sebagai produsen, tapi juga sebagai pusat logistik dan distribusi ekspor produk pangan ke berbagai negara," ujarnya.
Sementara itu, Country Director Farm Fresh Industries Indonesia, Harry Warganegara, mengungkapkan bahwa World Food Hub berencana melakukan investasi langsung di Lampung untuk membangun kawasan ekonomi khusus halal yang akan menangani seluruh rantai pasok, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi ke pasar global.
"Produk-produk halal dari Provinsi Lampung akan dibuat, dikemas, atau bahkan di transshipment dari sini sebelum diekspor melalui Pelabuhan Panjang," ujar Harry.
Harry menuturkan Pemerintah Provinsi Lampung telah merekomendasikan beberapa lokasi untuk pengembangan proyek ini, salah satunya berada di dekat Bandara Radin Inten II.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan