Aktivitas gunung anak Krakatau. (PVMBG)
LAMPUNG - Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, tercatat berada pada Level II atau status Waspada per 27 Juli 2025.
Berdasarkan laporan resmi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), aktivitas vulkanik terekam stabil, namun menunjukkan gejala yang perlu diwaspadai, seperti gempa vulkanik dangkal dan tremor menerus.
Dalam laporan aktivitas gunung api harian yang disusun oleh Deny Mardiono dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, visual kawah tampak mengeluarkan asap putih tipis setinggi lima meter.
Kegiatan ini disertai satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 8.2 mm dan durasi 11 detik, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 3 mm. Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga hujan, dengan suhu udara antara 23,4–29,6°C dan kelembaban mencapai 97 persen.
Baca juga: Dua Korban Terseret Arus di Pantai Lampung Selatan Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Meski ombak laut dilaporkan tenang, potensi bahaya erupsi tetap ada, sehingga masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area dalam radius 2 km dari kawah aktif.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, melalui Bhabinkamtibmas wilayah pesisir, Aiptu Rahmat, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan patuh terhadap rekomendasi PVMBG.
"Kami minta masyarakat nelayan, wisatawan, serta pelaku wisata bahari untuk tidak beraktivitas mendekati gunung dalam radius yang telah ditentukan. Ini demi keselamatan bersama,” kata Aiptu Rahmat.
Baca juga: 3.158 Kapal di Lampung Belum Miliki Izin Operasional, Pemprov Dorong Legalisasi Perizinan
Langkah-langkah pengamanan dan pengawasan terpadu dilakukan oleh personel gabungan Polairud, Bhabinkamtibmas, dan instansi terkait, termasuk pemantauan nelayan dan jalur wisata laut yang berada di sekitar wilayah rawan.
"Petugas juga memberikan edukasi langsung ke desa pesisir seperti Sebesi dan Hargo Pancuran, guna memperkuat mitigasi risiko bencana," ujarnya.
Polres Lampung Selatan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, untuk tidak mudah percaya informasi hoaks terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Semua informasi resmi hanya disampaikan oleh PVMBG atau instansi pemerintah yang berwenang.
Demi keselamatan, warga diminta:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan