LAMPUNG - Alumni Institut Teknologi Sumatera (Itera), Azral Mardin, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Lulusan Program Studi Teknik Fisika angkatan 2019 tersebut berhasil meraih medali perak pada ajang International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Championship 2025 yang diselenggarakan di Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Atas pencapaiannya tersebut, Azral yang saat ini tengah menempuh pendidikan Magister Teknik Lingkungan di Universitas Andalas melalui Program Beasiswa LPDP Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dianugerahi Indonesia Rising Stars Award, sebuah penghargaan bergengsi bagi atlet dan insan industri yang berkontribusi besar dalam pengembangan dunia pacuan kuda nasional.
Alumni Itera asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ini mengatakan prestasi yang diraihnya merupakan hasil dari latihan konsisten dan kerja keras yang telah ia jalani sejak masa kuliah di Itera.
“Ketertarikan terhadap olahraga berkuda mulai muncul saat saya kuliah semester empat pada 2021. Situasi pandemi saat itu justru memacu saya untuk lebih produktif,” kata Azral.
Baca juga: Mau Masuk Itera 2026? Ini Kuota, Jalur Seleksi, dan Jadwal Pentingnya
Meski diterima sebagai mahasiswa Itera melalui jalur prestasi olahraga basket, pembatasan aktivitas selama pandemi mendorong Azral untuk beralih menekuni olahraga berkuda, khususnya panahan berkuda.
Selama menjalani latihan intensif, ia tetap mampu menjalankan kewajiban akademik secara beriringan. “Manajemen waktu menjadi kunci utama. Latihan berkuda dilakukan pagi hari, kemudian mengikuti perkuliahan hingga sore, dan malam digunakan untuk belajar,” ujarnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Itera yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi saya untuk berkembang melalui olahraga yang saya tekuni," imbuhnya.
Kesempatan berlaga di tingkat internasional telah dirasakan Azral sejak masih berstatus mahasiswa. Ia pernah mengikuti kompetisi panahan berkuda di Malaysia, meski jadwal pertandingan bertepatan dengan ujian akademik.
Baca juga: Itera Resmi Buka Pemilihan Rektor 2026–2030, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Berkat komunikasi yang baik serta dukungan dosen, Azral mampu menjalani keduanya secara seimbang. Bahkan, Itera turut memberikan dukungan pendanaan untuk debut internasionalnya tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Itera yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi saya untuk berkembang melalui olahraga yang saya tekuni,” ungkap Azral.
Meski sempat menghadapi tantangan finansial, Azral mengaku tidak pernah menyerah mengejar mimpinya.
Menurutnya, pendidikan dan olahraga merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. “Pendidikan membentuk pola pikir dan mental, sedangkan olahraga melatih fisik, disiplin, dan ketangguhan. Keduanya harus berjalan seimbang,” ujarnya.
Saat ini, Azral tengah menempuh studi magister melalui Program Beasiswa LPDP Keolahragaan yang diperuntukkan bagi atlet berprestasi.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa Itera agar tidak ragu bermimpi besar dan mampu mengelola waktu dengan baik.
"Saya berasal dari kampung di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Jangan pernah lelah bermimpi dan berdoa. Dunia akademik dan dunia atlet dapat berjalan berdampingan,” tutup Azral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan